Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (8)

Oleh: Heri Gunawan

Sorong, WALISONGOONLINE – Siapa saja yang dianugrahi Al-Quran bahkan sampai menghafalnya menganggap bahwa orang lain yang dianugrahi selain Al-Quran adalah lebih baik, itu kesalahan besar. (Al-Hadist).

Memasyarakatkan Al-Quran sekaligus Mengal-Qurankan Masyarakat merupakan salah satu misi dari pengabdian masyarakat mahasiswa Al-Hikam selama satu tahun. Hal ini sesuai dengan spesifikasi atau bidang yang ditekuni semasa dibangku kulliyah yakni Ulumul Al-Quran dan Tafsir. Di samping itu sebelum masuk kulliyah, satu persyaratan besar yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang akan kulliyah di Al-Hikam Jakarta adalah seorang yang Hafidz atau telah selesai menghafal Al-Quran secara sempurna.

Selanjutnya misi pengabidan di atas sehingga mengajarkan, menumbuhkan cinta dan gemar membaca Al-Quran bahkan hingga mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai al-Quran adalah tugas paling utama. Apabila Pemerintah mencanangkan program satu program untuk memberantas buta aksara, maka dalam pengabdian ini kita dituntut membasmi dan memberantas buta huruf hijaiyyah (buta huruf arab). Sebagai misal di Pesantren atau sekolah kita harus mengajarkan Al-Quran, syukur-syukur bila sampai ada yang mau dan berminat menghafalnya. Paling tidak apabila mereka berkeinginan untuk manghafal, minimal mereka mau belajar dan bisa membaca Al-Quran dengan lancar.

Pun begitu pula di tengah masyarakat juga sama, yakni mengajarkan mereka mengaji, ilmu-ilmu agama yang paling dasar dan sebagainya. Apabila mereka kurang berminat untuk belajar, minimal mereka mendukung anak-anaknya belajar Al-Quran dengan memasukkannya ke TPQ, Pesantern atau lembaga-lembaga keagamaan lainya. Sehingga di sinilah kita dituntut untuk kreatif dan berinovatif bagaimana pun caranya agar orang-orang sekitar tertarik dan terpikat untuk belajar agama. Bahkan hingga memoles kata-kata manis sehingga mereka bisa tertarik. Apabila pedagang pandai mengatur strategi dengan baik bahkan hingga bersilat lidah demi larisnya barang dagangan, maka di sanalah kita juga dituntut lebih dari pedagang dalam hal menarik hati masyarakat agar mereka tertarik dan terpancing untuk belajar Al-Quran.

Di samping cara-cara di atas masih banyak cara untuk memikat hati masyarakat dalam hal menumbuhkan kecintaan mereka kepada Al-Quran. Salah satunya mengadakan Khatmul Quran ke kampung-kampung, rumah-rumah dan masjid-masjid. Sebagai contoh saya sangat bersyukur karena program khatmul Quran seperti saya sebutkan di atas di tempat pengabdian saya Papua Barat sudah ada walaupun masih belum berjalan secara maksimal. Khatmul Quran keliling dari satu tempat ke tempat yang lain ini, sebenarnya merupakan program Jamiayatul Qurra’ wal Huffadz (JQH NU) yang sudah lama terbentuk di tanah Papua akan tetapi sekali lagi, masih belum maksimal dikarenakan personil atau para Hafizd yang masih sedikit di samping juga kondisi dan lingkungan di Papua yang masih belum semarak seperti di Jawa atau daerah-daerah yang sudah maju Islamnya. Hal inilah di sampaikan oleh salah satu ustadz kenalan saya ketika kami bertemu kemarin dalam acara khatmul Quran bulanan yang kami adakan hari minggu yang berlokasi di Masjid Nurul Huda Sp I Aimas Sorong Papua Barat.

Memang beberapa bulan kemarin yang lalu ketika sampai di tempat Papua ini, saya sempat silaturrahim ke rumah Rois Suriah NU cabang Kabupaten Sorong yakni Kyai Ahmad Sutedjo, salah satu amanat dan saran beliau adalah agar saya bergabung dan ikut dalam program Khatmul Quran bulanan ini. Waktu itu dengan hormat dan takzim saya langsung mengiakan amanat. Dan minggu minggu kemarin, al-hamdulilah saya sudah mulai aktif dan bertemu dengan para penghafal Quran baik laki-laki maupun perempuan (Hafidz-Hafizah).

Walapun personil program ini bisa dikatakan masih sangat sedikit, kurang lebih sepulung orang akan tetapi semangat mereka untuk membumikan Al-Quran dan mendengungkannya di tanah Cendrawasih ini sungguh luar biasa. Hal ini saya rasakan sekali ketika mulai bergabung dengan mereka. Saya sangat bersyukur juga karena masyarakat sangat menerima dan mendukung setiap ada khatmul Quran di sekitar masjid dan kampung mereka. Bahkan konsumsi dan makanan datang sendiri. Salah salah satu teman mengatakan bahwa kita tidak pernah meminta dan mengharap akan tetapi masyarakat sekitarlah yang menyediakan konsumsi maupun makanan yang ada ini. Kita hanya minta izin untuk khataman Al-Quran di masjid-masjid maupun kampung-kampung, masyarakat pun sangat menerima dan menyambut baik program ini bahkan mereka memberikan lebih.

Terakhir kalau boleh jujur, sebelum sampai di Papua ini, sama sekali tidak pernah terfikir dan terlintas di benak saya akan adanya program seperti Khatmul Quran ini. Akan tetapi ketika sampai di sini, ternyata prasangka saya selama ini sangat jauh dari kenyataan. Ya, demikianlah manusia seringkali terkungkung dalam pikiran negatif dan seringkali menyimpulkan sesuatu berdasarkan hanya dari luarnya saja. Lanjut cerita, bahkan sekarang di Kabupaten Sorong ini sudah berdiri sekolah bergengsi yaitu MAN IC, yang mana salah satu program dari sekolah ini adalah siswa dan siswinya harus mampu menghafal Al-Quran beberapa juz. Setelah lulus mereka harus punya hafalan minimal tiga tiga juz. Sungguh program yang sangat bagus, sehingga hati ini pun sangat menggebu-gebu ingin berkunjung dan silaturrahim ke sekolah tersebut walaupun sekedar bermain, melihat asrama dan sekolahnya, syukur-syukur nanti apabila ditakdirkan kesana bisa sharing dan berbagi pengalaman menghafal Al-Quran bersama para siswa dan siswinya.

Sebenarnya sudah beberapa kali saya disarankan orang-orang untuk silaturrahim ke sekolah yang memiliki pragram tahfizd ini, bahkan seminggu yang lalu ketika bertemu dengan pembinanya dalam acara Khatmul Quran, beliau sangat menunggu kedatangan kami ke MAN IC tersebut. Namun entahlah kenapa sampai saat ini saya masih belum juga menemukan momen dan waktu yang tepat untuk pergi dan berkunjung kesana atau mungkin saya belum ditakdirkan bersilaturrahim kesana. Akan tetapi semenjak saya bertemu dengan pembinanya saya sudah berazam kuat untuk bisa berkunjung dan silaturrahim salah satu sekolah negeri bergengsi di Papua Barat ini.

Sorong, Papua Barat 17 September 2017.

Share and Enjoy

Komentar

comments