Catatan Pinggir Dari Pulau Cindrawasih (1)

Oleh: Heri Gunawan

Apabila disebut nama papua apakah yang akan muncul di benak kita??? Mungkin masih banyak diantara kita berfikir bahwa Papua adalah suatu daerah yang sangat rawan konflik, mulai dari perang, begal, perampok, telanjang, pembunuhan dan sebagainya. Yang pada intinya mindset kita terhadap pulau ini pasti agak kurang baik bahkan kita akan sedikit takut. Bahkan ‘jujur’, sebelum saya berangkat ke Papua, juga sempat terjebak dalam perasaan dan prasangka yang kurang baik ini dan saya berfikir tinggal mengabdi di tempat ini memiliki tantangan yang lumayan danharus hadapi dengan pelbagai cara dan pengalaman yang ada.

 

Memang pikiran atau anggapan di atas tidak terlepas dari perjalanan panjang sejarah Papua sendiri dalam negeri ini. Pulau tertimur yang dimiliki Indonesia ini sekaligus salah satu aset terbesar yang dimiliki negeri ini memang rentan konflik. Mulai dari antar suku, hingga menyerang dan merembet pada keamanan bangsa Indosesia. Sehingga penjelasan Hary Nurdi (Konspirasi Intelektual Yahudi, Cakra Lintas Media: 2010)_menjadi menarik. Dalam bukunya ia mengetengahkan pendapat ilmuan barat Kolonol Daniel Smith bahwa cikal bakal konflik yang bisa mengantar disintegrasi di Indonesia, setidaknya terdapat empat titik. Pertama di Aceh, Indonesia melawan sparatis dengan isu ekonomi dan agama. Kedua di Papua, sebuah gerakan bernama Gerakan Papua Merdeka dengan isu etnik dan ekonomi. Lalu pergesekan ke maluku antara muslim dan krsiten yang sering kali berujung disintegrasi. Terakhir berlanjut ke Sulawesi yang juga Indonesia melawan sparatis Kristen dan juga Indonesia melawan sparatis kelompok Muslim. Penjelasan ini menunjukkan empat titik ini paling rawan sekaligus sangat umpan empuk bagi orang-orang luar untuk menciptakan gejolak politik di Indonseia. Bahkan _‘mohon maaf’ bisa menjadikan Indonesia negara gagal (failer State)

 

Dari berbagai cerita maupun data yang saya himpun, kita akan juga akan menemukan bahwa dahulu penduduku pribumi sempat mengancam untuk orang-orang yang merantau (tansmigrasi) ke pulau ini, bahwa para pendatang-pendatang dari luar diserang dan tidak diberi kesempatan untuk tinggal atau menetap. Mereka diteror habis-habisan oleh orang-orang pribumi. Rumah dan tempat tinggal mereka diambil alih oleh orang-orang pribumi dan ada juga yang dihancurkan. Sehingga nyawa pun sudah tidak terlalu berarti. Namun, Sering berjalannya waktu dan umur kemerdekaan negara ini juga sudah lumayan lama sehingga konflik-konflik di atas sedikit-sedikit sudah mulai berkurang dan terkikis dibandingkan gejolak politik pada zaman dulu.

 

Perubahan-perubahan ini pun sangat rasakan ketika sampai dan tinggal beberapa minggu ini. Nilai-nilai toleransi-toleransi di pulau ini sangat tinggi dan luar biasa. Di pinggir jalan berjejer tempat tempat-tempat ibadah umat-umat antar agama. Masalah ibadah dan kepercayan adalah urusan masing-masing. Yang terpenting kerjasama antar umat demi kemajuan bersama sudah sangat terjalin bagus. Setiap elemen orang-orang pribumi di proritaskan menjadi nomor satu dan wakilnya pasti para pendatang. Sebagai contoh sebut saja gubernur atau bupati, yang menjadi ketua pasti orang asli dan wakilnya biasanya pendatang dan muslim. Dan memang hal ini sudah diatur rapi sebagaimana yang tertera undang undang mereka.

Sungguh saya menemukan Papua dalam tanda kutip tempat saya mengabdi (Sorong, Papua barat) sangat berbanding jauh dari apa yang perkirakan. Papua yang dulu saya anggap masih sangat primitif dan jauh dari peradaban ternyata sudah sangat maju dan aman dari berbagai berbagai kejahatan. Konflik sudah berkurang sekali. Bahkan di sini saya menemukan amalan amalan NU sangat kental dan membumi (Ya, memang wong jowo kabeh Pengurusnya) sehingga puasa ramadhan di pulau ini terasa tidak jauh berbeda dengan di Jawa dan tempat-tempat lain. Dari pengalaman-pengalaman ini saya berkesimpulan bahwa apa yang kita pikirkan dan perkiran terhadap sesuatu sesungguhnya tidak selamanya akan benar sebelum terjun dan melihat langsung. []

 

Sorong, Papua Barat. Kamis 08- Juni -2017.

Share and Enjoy

    Komentar

    comments