DASAR PAHAM KEAGAMAAN & PERILAKU NU

Dasar Paham Keagamaan NU

NU sebagai penerus ajaran Rasūlillāh Muḥammad SAW sangat berkontribusi terhadap kemaslahatan umat Islam. Dalam rangka melindungi paham keagamaan agar tetap berada pada jalan yang benar (on the right track), maka NU melandasi konsepsi Ahli Sunnah wa al-Jamā ҅ah-nya melalui tiga paham keagamaan (sebagai pilar kokoh yang masih tetap eksis hingga sekarang), yakni;

  • NU mendasarkan paham keagamaannya pada sumber-sumber pokok yaitu; al-Qur’ān, al-Sunnah, al-Ijmā ҅ dan al-Qiyās. Empat sumber tersebut merupakan sumber-sumber yang disepakati oleh komunitas ulama Ahlu Sunnah wa al-Jamā ҅ah sebagai al-Maṣādir al-Aṣliyyah aw al-Maṣādir al-Muttafaq ‘Alaihā. Sumber-sumber pokok tersebut penting untuk ditegaskan kembali sebagai sumber NU, mengingat pada masa sekarang semakin kencang gerakan yang berusaha memisahkan NU dari identitas aslinya.
  • NU mengikuti Ahlu Sunah wa al-Jamaā ҅ah yang menggunakan jalan madzhab, yakni; Bidang akidah, NU mengikuti Imam Abū al-Ḥasan al-Ash ҅āri dan Imam Abū Mansūr al-Maturidi. Bidang Fiqih, NU mengikuti madzhab Imam Muḥammad bin Idrȋs al-Shāfi‘i. Pilihan demikian, tentu tidak menafikan adanya madzhab Abū Ḥanȋfah, Imam Malik bin Anas dan Imam Aḥmad bin Ḥambal sebagai para mujtahid yang diakui kredibilitas keilmuan dan madzhabnya. Bidang tasawuf, NU mengikuti Imam Junaid al-Baghdādi, Imam al-Ghazāli serta imam-imam yang lain.
  • Sifat keagamaan, NU mengikuti pendirian bahwa Islam merupakan agama yang suci (fiṭri), bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang sudah dimiliki manusia. Paham keagamaan yang dianut oleh NU bersifat menyempurnakan nilai-nilai yang baik dan menjadi ciri-ciri suatu kelompok manusia, seperti suku maupun bangsa dan tidak bertujuan menghapus nilai-nilai tersebut.

Sikap Kemasyarakatan NU

Dasar-dasar pendirian keagamaan NU menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan pada:

  • Sikap moderat dan tegak (al-tawassuṭ wa al-i ҅tidāl). Kedua, sikap tasāmuḥ. Ketiga, sikap tawāzun. Sikap tawassuṭ dan i ҅tidāl berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan bersama. Melalui dasar ini, NU akan selalu menjadi kelompok panutan yang bersikap, bertindak lurus, selalu bersifat membangun serta menghindari segala bentuk pendekatan yang bersifat ekstrim liberal maupun fundamental.
  • Sikap toleran (al-tasāmuḥ), yakni NU toleran terhadap perbedaan pandangan, baik dalam masalah keagamaan (yang bersifat furū ҅ ), maupun masalah kemasyarakatan dan kebudayaan.
  • Sikap seimbang dan khidmah (al-tawāzun wa al-khidmah), yakni sikap seimbang dalam menserasikan khidmah kepada Allāh SWT, khidmah kepada sesama manusia serta lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan masa lalu dan masa kini serta masa yang akan datang.
  • Sikap amar ma ҅rūf nahi munkar. Yakni, NU selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.
Share and Enjoy

Komentar

comments