Hikmah Palu


Oleh: Reza Rahman Lubis (Relawan Al-Hikam Peduli)

Teringat dengan Ayah. Saya bisa merasakan sedikitnya apa yang dirasakan oleh anak-anak kecil Palu, Sigi, dan Donggala.

Tidaklah mudah mengendalikan perasaan, hati dan pikiran. Namun, berkali-kali pula Syekh Samman dan guru lainnya menekankan pentingnya iman dan menerima akan ketentuan dari Allah.

Sebelum ini kita berlumur dosa, dengan musibah, Alhamdulillah seketika semuanya disucikan oleh Allah.

Sebelum ini kita kurang ibadah, kurang dzikir, kurang menyiapkan bekal, banyak lalainya, maka dengan bencana dan musibah membuat diri semakin paham akan pentingnya perubahan dan peningkatan.

Sekali lagi Syaikh menjelaskan, kita tidak boleh terganggu (kecewa, sedih, marah, dan dendam). Saat ini, keinginan kita sedang diperhatikan dan ganjaran untuk kita terpenuhi dengan tanpa hitungan. Innama yuwaffas shabiruna ajrohum bi ghairi hisab.

Jadi, langkah selanjutnya, lepaskan penyebab kita sedih, lepaskan penyebab kita marah, lepaskan penyebab kita dendam dan benci, lalu datangi Allah dengan doa-doa untuk mengobati diri, menghalau bencana yang mungkin lagi akan terjadi. Inilah cara kita dan cara yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dalam menghalau bencana.

Dari penjelasan beliau selama beberapa hari ini dapat saya simpulkan bahwa, ‘Bencana ini terjadi bukan karena kita terlalu banyak dosa.’ Walaupun mungkin itu benar, tetapi beliau enggan bahkan tidak berniat sama sekali untuk mengucapkan itu, maka kurang tepat kita jadikan momen ini untuk mencerca ormas, kelompok ataupun pribadi lainnya.

Bukan karena itu, tetapi karena Allah yang memfasilitasi dan memudahkan urusan kita untuk kita mencapai derajat dan maqam yang tinggi di sisi Allah. Juga penggantian rumah-rumah dunia dengan istana-istana megah di surga nanti.

Mari kita kembali kepada Allah, untuk menemukan hikmah yang sebenarnya dari peristiwa ini. Yaitu semangat persatuan, persaudaraan, pendidikan, syiar agama dan silaturahmi.

Tidak boleh lagi ada marah-marah. Tidak boleh lagi ada saling mendengki dan mendiamkan antar saudara. Tidak boleh ada saling mencerca antar pribadi, kelompok dan ormas. Jika ada yang tidak sesuai dengan hati kita, karena itulah kita jadikan alasan untuk bersatu di jalan Allah. Dan hati kita pun merasakan akan tidak indahnya marah-marah, saling cerca dan dengki-mendengki itu.

Share and Enjoy

    Komentar

    comments