Islam

Pemikiran Gus Dur dalam pandangan KH. A. Hasyim Muzadi

1. Pertama kali saya ketemu Gus Dur tahun 1979 di Muktamar NU Semarang ( Muktamar NU ke 26) dan ketika itu Gus Dur belum masuk di pengurus NU sedangkan saya sudah mewakili utusan NU Cabang Malang. Didalam muktamar ke 26 Itu Gus Dur diangkat menjadi wakil katib PBNU. Setelah pertemuan di Semarang sangat sering Gus Dur ke Jawa Timur, karena memang Jawa timur adalah pusat potensi NU dan sering juga

KH. Ahmad Hasyim Muzadi dalam peringatan 100 hari wafatnya KH. Dimyati Romli

Tausiyah KH. Ahmad Hasyim Muzadi hearts Peringatan 100 hari wafatnya KH. Dimyati Romli, Darul Ulum, Peterongan, Jombang Rabu 24 Agustus 2016 jam 20.00-21.00. 1. Kita Selalu mendoakan agar Almarhum KH. Dimyati Romli dianugerahi Husnul Khotimah, mendapat Syafaat Rasulullah SAW, diampuni SEMUA dosa-dosanya, Dan diterima SEMUA amal baiknya. Amin. 2. Kita Berharap Dan Selalu Ikut mendoakan agar para Keluarga Dan dzuriyat Almarhum can be meneruskan cita-cita development pondok pesantren. Untuk review

KH. A. Hasyim Muzadi di acara Halal Bihalal dan pengukuhan satgas anti Narkoba

KH. A. Hasyim Muzadi memberikan Ceramah tentang narkoba pada acara Halal Bihalal dan pengukuhan satgas anti Narkoba. Muslimat NU Kota Malang, Hari Minggu, 07 Agustus 2016, jam 09.00-12.0009.00-12.00. 1. Narkoba sebagai bahaya tertinggi yang menyerang Indonesia tidak cukup diatasi oleh pemerintah serta petugas aparat negara. Dia harus dihadapi dengan gerakan nasional secara utuh yang melibatkan seluruh masyarakat bangsa. Gerakan masyarakat ini, harus bermula dari pengamanan keluarga yang intinya adalah ibu

KH. A. Hasyim Muzadi menemui Tun Abdullah Badawi Mantan PM Malaysia

KH. A. Hasyim Muzadi menemui Tun Abdullah Badawi Mantan PM Malaysia selama 10 tahun dan Penggagas Islam Hadori. Bertempat di Hotel Fairmont, Senayan di sela-sela Forum Ekonomi Islam Internasional di Jakarta tanggal 2-4 Agustus 2016. Pertemuan membahas tentang posisi kaum Muslimin dunia Ahlussunnah Wal Jamaah yang terhimpit dari pertarungan Sunni dan Wahaby. Sekaligus menjajaki kemungkinan penguatan ekonomi untuk pesantren-pesantren di Indonesia dan Malaysia agar bisa mandiri ekonomi nya guna menegakkan