ISTILAH ‘KAFIR’ BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SOLAT

Kajian Shahih Muslim | Kitab Iman: Bab ke-37 Pengajian KH. Ahmad Marwazie  Masjid Al Hikam

Depok, WALISONGOONLINE – “Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: ‘Celakalah. (Dalam riwayat Abu Kuraib : Celaka aku), Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, na-mun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka“.

(HR. Muslim no. 254)

Kosa Kata Hadits:

-Ibnu Adam (keturunannya Nabi Adam As) itu umum tapi yang dimaksud disini adalah seorang yang muslim (Insan al muslim).

-I’tazal adalah Menjauhi sesuatu dikarekan benci atau tidak suka.

Sujud, Al Qurthuby mengatakan sujud secara bahasa berarti al khudu’ wa al khusyu’, yakni tunduk dan khusyuk di dalam menjalankan perintah Allah Swt. Sedangkan menurut istilah sujud ialah meletakkan sebagian ken-ing yang terbuka atas tanah dengan cara yang khusus.

Penjelasan Hadits:

Hadits yang mulia ini menjelaskan apabila seorang muslim membaca atau mendengarkan ayat-ayat saja-dah* yang terdapat didalam al-Qur’an lantas dia ber-sujud maka setan akan menjauh (gedek) darinya disebabkan benci atau tidak suka terhadap perbuatan tersebut.

Kebencian setan ketika melihat orang sujud ini dikare-nakan ia adalah awal maksiat** yang dilakukan oleh setan, yakni tidak mau bersujud ketika diperintahkan oleh Allah. Beda halnya dengan seorang muslim. Keti-ka Allah memerintahkan dalam QS. al-‘Alaq (96) : 19 misalnya, fasjud waqtarib (maka bersujud dan men-dekatlah), sang pembaca atau pendengar ayat ini akan langsung memenuhi perintah tuhan tersebut tersungkur dalam sujud tilawahnya. Rasa sesal itulah yang membuat setan berpaling dan menjauh darinya.

Setan menjauh dari orang yang sujud dikarekan penyesalan yang mendalam seraya berkata, “Alangkah celakanya aku.” Hari ini, kita malah ikut partai setan (hizb asy syaithan)* yang banyak di Indo-nesia, jelas Kiai Marwazie.

Penjelasan tentang maksiat pertama yang dilakukan setan atau iblis itu adalah ketika Allah menyuruhnya untuk bersujud kepada Adam namun ia enggan dan menyombongkan diri.

Sujud yang dilakukan ke arah adam ini adalah sujud yang dilakukan dalam arti penghormatan (inhina’) atau dijadikan sebagai kiblat, karena belum ada ka’bah bukan dalam arti menyembah dan mempertuhankan Adam. Apapun itu, yang jelas iblis tidak memper-hatikan sama sekali muatan perintah sehingga dia eng-gan melakukannya** maka nerakalah bagiannya di akhirat kelak. Dan orang muslim atau keturunan Adam ketika disuruh oleh Allah untuk sujud lantas ia pun sujud maka surgalah bagiannya di hari kiamat nanti.

Dari Abu Sufyan dia berkata: Saya mendengar Jabir berkata: Saya mendengar Nabi Saw bersabda:

Sesungguhnya yang memisahkan antara seorang laki -laki (seorang hamba) dengan kesyirikan dan kekufu-ran adalah meninggalkan shalat.

(HR. Muslim no. 256)

Kosa Kata Hadits:

  • Walkufru

Huruf ‘waw’ disini berfungsi sebagai ‘athfu al ‘am ‘ala al khash’. Yakni sebagai kata sambung yang mengiku-tkan kata yang umum sesudah kata yang khusus. Artinya kufur itu lebih umum dari syirik. Karena syirik sudah pasti bagian dari kekufuran. Sedangkan kufur belum tentu maknanya syirik.

Penjelasan Hadits:

Apakah orang yang meninggalkan shalat itu dihukumi sebagai orang yang syirik dan kafir?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Kiai menjelaskan bahwa kufur itu bermacam-macam. Ada kufur yang diartikan sebagai kufur nikmat (lawan dari syukur). Ada juga yang diartikan keluar dari agama Islam (millah).

“Ah, gak papa saya gak sholat,” kalimat seperti ini – menurut Kiai Marwazie- masuk ke dalam kategori kufur yang mengeluarkan pelakunya dari millah, aga-ma Islam. Sehingga ia pun harus di bunuh dan diberi-kan hukum had.

Tetapi jikalau pelaku meninggalkan shalat disebabkan malas maka dia harus di ta’zir (diberikan warning/ peringatan) bukan dibunuh atau dikenai had dan tidak dihukum kafir dan syirik melainkan fasiq. Jikalau dia tidak mendengarkan (tidak peduli dan tidak berubah) barulah dia boleh dibunuh.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa harus dibunuh dan kenapa harus dihukumi syirik dan kafir? Jawabnya, karena shalat bagian dari rukun Islam yang tidak bisa dipisahkan dari Islam. Shalat merupakan pondasi aga-ma. Jika shalat diabaikan, dia telah mengabaikan kekokohan dari agama.

“Jikalau pondasi gak kuat, jangankan puting beliung, sama kentut tetangga aja gak kuat,” canda Kiai Marwazie ketika menggambarkan orang-orang yang meninggalkan shalat.

Ketika seorang muslim meninggalkan sholat maka dia akan melemah imannya (juga mentalnya). Karena dia tidak mendengar (abai) terhadap perintah Allah, dzat yang Maha Kuat. Bagaimana mungkin dia akan kuat?

Sekali lagi Kiai menjelaskan, agar tidak rancu di dalam menilai kafir terhadap orang yang meninggalkan sha-lat. Jika seseorang itu -sebut saja dia- mengatakan, “Oh ini dibolehkan, meninggalkan shalat gak papa.” Nah, dia kufur, keluar dari agama Islam.

Tapi kalau dia meninggalkannya karena main-main (atau malas) maka dia dinamakan maksiat bukan kufur. (RzaMuhammad).

  • Ayat-ayat sajadah dalam AI-Our’an sangat banyak antara lain: QS. Al-A’raf (7) : 206, QS. Ar-Ra’du (13) : 15, QS. An-Nahl (16) : 49, QS. Isra (17) : 109, QS. Maryam (19) : 58, QS. Al-Hajj (22) : 18, QS. Al-Hajj (22) :77, QS. Al-Furqan (25) : 60, QS. An-Naml (27) : 26, QS. As-Sajdah (32) : 15, QS. Shaad (38) : 24, QS. Fushilat (41) : 38, QS. An-Najm (53) : 62, QS. Al -Insyiqaq (84) : 21 dan QS. Al-Alaq (96) : 19.
Share and Enjoy

    Komentar

    comments