Itsar sebagai esensi berkurban

الله أكبر 9 و لله الحمد

الله أكبر من يبتلي ويجبر، الله أكبر يحكم ويرحم، الله أكبر يأخذ ويعطي، الله أكبر إليه المرجع والمآب، الله أكبر من ظلم الظالم، الله أكبر من طغيان البغاة والطغاة، الله أكبر من كيد الكائدين ومكر الماكرين، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر.

سبحان الله العلي الأعلى الوهاب، سبحان الله المسبَح بكل لسان، سبحان الله المسبَح بكل مكان، سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر.

الحمد لله حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله الله إلى العالمين أجمع بشيراً ونذيراً، اللهم صلي على محمد وعلى آل محمد صلاةً وسلاماً دائمين متلازمين إلى يوم الدين، وأوصيكم أيها الإخوة ونفسي المذنبة بتقوى الله تعالى.

 أما بعدقال الله تعالى في القرآن العظيم. أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم:

بسم الله الرحمن الرحيم

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)

Pertama-tama,, Mari kita bersyukur atas hari-hari penuh ampunan yang telah lalu, dan kita syukuri pula hari ini, dan kita syukuri pula hari-hari yang akan datang sebagai rahmat Allah yang tak terhingga. Mari kita syukuri seperti syukurnya orang masih diberikan kesempatan oleh Allah, untuk berbuat kebaikan sebagai bekal kita di akhirat. Mari bersyukur, karena banyak orang di bawah tanah sana berharap bisa kembali menunaikan puasa, sholat tarawih dan sholat ied, mendengarkan khutbah, berkumpul dengan saudara, dan berbuat baik seperti sedekah, saling silaturrahim, namun mereka tidak mampu, karena tanah sudah menjadi rumah mereka.

Shalawat dan salam, marilah kita haturkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, kepada para keluarga dan para sahabatnya.

Pada kesempatan kali ini, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri, dan kepada saudara-saudara untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT. Taqwa di dalam perbuatan nyata, dan taqwa atas apa yang kita simpan dalam hati. Hal ini dikarenakan taqwa adalah sebaik-baik tanaman yang tumbuh di akhirat.

 

Allahu Akbar 3x wa lillahi alhamd

Alhamdulillah, tahun demi tahun, dalam kondisi ekonomi yang dikata sulit, justru penyembelihan hewan kurban relatif bertambah. Hal ini merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Hal ini menandakan bahwa semakin tahun, semakin banyak orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan mempersembahkan kurban terbaiknya. Proses penyembelihan dan distribusipun dilakukan dengan guyub rukun, saling bergotong royong satu sama lain. Saya membayangkan jika seluruh permasalahan umat diselesaikan dengan semangat pengorbanan dan gotong royong ala iedul adha, tentu penyelesaian problematika ummat akan menemui titik terang.

Para jamaah yang dimuliakan Allah,

Kurang bijak rasanya jika kita memaknai ied adha atau ied kurban hanya sebagai hari makan daging bersama2,  karena di dalam setiap ibadah, terkandung makna-makna luhur yang bersifat universal, dan relevan untuk dipraktekkan dalam kehidupan sepanjang masa. Salah satu dari nilai luhur berkurban adalah seorang hamba akan memiliki karakter al-itsar.

al-itsar secara bahasa adalah memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan pribadi. Sifat ini memiliki dua macam, yaitu mendahulukan Allah di atas segala hal, yang kedua mendahulukan orang lain bahkan dia sendiri membutuhkannya. (al-Hasyr 9 wa yu’tsiruna ala anfusihim wa lau kana bihim khoshoshoh)

Banyak kisah kisah generasi salafussolih yang andaisaja tidak diriwayatkan dengan kuat, niscaya kita akan menganggapnya sebagai cerita fiktif.

Sebut saja kisah para sahabat usai perang yarmuk. Ketika itu diantara para sahabat yang terluka ada mengaduh minta air, ketika air datang kepadanya dia melihat sahabat yang lain menginginkan air tersebut, maka ia menyuruh pembawa air untuk mendahulukan sahabat lain yang menginginkan air tersebut. Namun ketika air itu hendak sampai, sahabat itu melihat sahabat lain yang terluka yang juga menginginkan air, maka sang sahabat mendahulukan sahabat lainnya, namun apa daya, sebelum air itu diminum ajal sudah menjemput. Seketika itu air dibawa kembali ke sahabat yang sebelumnya meminta dan ternyata ajal menjemputnya. Air itupun dibawa ke sahabat pertama, dan air itupun gagal menghilangkan dahaga sahabat karena ajalpun telah merenggutnya.

Kisah kedua sebagaimana diriwayatkan di dalam sohih bukhari, dari riwayat Amr bin Maimun, ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra tertusuk, ia berkata kepada putranya Abdullah ra, “Pergilah menuju Ummul mukminin Aisyah ra dan katakan Umar bin Khattab membacakan salam untukmu.. Lalu mintalh izinnya supaya aku dimakamkan bersama dua sahabatku (maksudnya adalah Rasulullah SAW dan Abu Bakar as-Shiddiq).

Ibunda Aisyah menjawab, sebenarnya aku menginginkan tanah itu untuk jenazahku, namun aku akan mendahulukan Umar daripada diriku.

Abdullah bin Umarpun pulang menghadap ayahnya. Sang ayah berkata, apa yang dikatakan ummul mukminin? Abdullah menjawab, Ibunda Aisyah telah mengizinkanmu wahai Amirul Mukminin.

Umarpun berkata, “tidak ada yang lebih penting bagiku dari tanah makam itu, apabila ruhku telah dicabut, bawalah aku, dan ucapkanlah salam (lagi) kepada ummul mukminin dan mintakan izin bagiku, apabila ummul mukminin telah mengizinkan, kuburkan aku di samping Rasulullah dan Abu Bakar, jika ia tidak mengizinkan maka bawalah aku kembali untuk dimakamkan di pekuburan orang muslim.

Allahu akbar 3x walillahi alhamd

Para jamaah yang dimuliakan Allah

Mencermati dua kisah di atas, kita akan mendapati dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, yaitu semangat saling memprioritaskan orang lain, dan adab orang yang mendapatkan proritas tsb.

Dalam kisah yang pertama, sahabat yang membutuhkan air memprioritaskan sahabat lain, namun menariknya bahwa yang mendapat prioritas masih menjaga adab dan juga memprioritaskan sahabat yang lain lagi.

Di dalam kisah yang kedua, bahwa Ibunda Aisyah ra, mendahulukan Umar di atas dirinya, sedangkan kita semua tahu bahwa tidak ada kebahagiaan seorang istri solihah yang ditinggal mati suami, seperti bahagianya ia dikuburkan di samping jenazah suami tercinta. Namun, Ibunda Aisyah tahu, bahwa Rasulullah SAW menyenangi sifat al itsar, dan hal yang dicintai Rasulullah SAW, akan diutamakan oleh ibunda Aisyah, dengan harapan kelak cinta itulah yang akan mempertemukannya kembali dengan Rasulullah SAW dengan suami tercinta Baginda Rasulullah SAW, bukan hanya dengan mengedepankan ego untuk dimakamkan di samping Rasulullah SAW. Yang tak kalah menarik, setelah umat diiizinkan untuk dikubur di samping Rasulullah dan Abu Bakar, ia berwasiat kepada putranya untuk meminta izin kedua kalinya kepada Ibunda Aisyah, sebagai adab dari orang yang diprioritaskan.

Allahu Akbar 3x walillahilhamd

Para jamaah sekalian, sudah semestinya kita memahami bahwa esensi dari kurban adalah mendahulukan Allah di atas manusia lain, dan selanjutnya mendahulukan orang lain di atas diri kita. Maka berkaca pada kisah esensi tersebut, orang-orang yang beruntung pada hari ini adalah orang yang mendahuluka daging kurban kepada yang lebih membutuhkan dan orang yang paling banyak memberi, bukan yang paling banyak mendapatkan daging kurban. Bahkan bagi yang mempu mengutamakan orang lain di atas kebutuhan sendiri, ia telah meneladani Rasulullah SAW, ibunda Aisyah, dan para sahabat radhiyallah anhum.

Allahu akbar 3x wa lillahilhamd

Pengorbanan yang dibarengi semangat memprioritaskan orang lain, haruslah selalu hidup bersama hembusan nafas umat muslim, bukan saja hanya pada hari ini saja, namun besok, lusa dan seterusnya, sehingga ibadah qurban membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Jangan sampai hari ini kita menjunjung tinggi pengorbanan, esok kita kembali mengataka elu elu gue gue dalam kesinisan dan keegoisan. Karena inilah esensi dari Ied Adha

Seperti telah tersempaikan di awal khutbah, bahwa upaya menyelesaikan gesekan dan problem yang kerap muncul diantara umat muslim maupun umat berbangsa dan bernegara adalah dengan semangat iedul adha, yaitu dengan semangat pengorbanan dan saling menghargai, bukan saling menuding dirinya yang paling benar dan mengedepankan kepentingan kecil dan meninggalkan maslahat yang lebih besar. Hal ini karena banyak sekali problem yang dibesar-besarkan karena hitungan politis, padahal masalahnya sepele.

Allahu Akbar 3x walillahilhamd

Tinggallah kita menjawab sebuah pertanyaan yang kadang terlintas di

benak, bahwa kita meyakini seluruh hewan yang kita kurbankan adalah sejatinya milik Allah, maka kenapa kita dianjurkan untuk mempersembahkan apa yang memang milikNya?

Sejatinya persembahan layaknya bunga yang dipersembahkan kepada sang kekasih, bukan harga bunga yang terpenting, namun cinta dan ketulusan yang tertakar di dalam bunga tersebut.

Semoga Allah meridhoi pengorbanan kita

Baarakallahu lakum fil quranil azim wa nafaani wa iyyakum bima fiihi minal ayaati wa dzikril hakim. Wa taqabbalallahu minna wa minkum tilawatahu innahu ghafuururrahim.

الله أكبر 7 و لله الحمد

الْحَمْدُلِلّهِ حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَا أَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ و سَلَّمَ تَسْلِيمً كثيراً

االله أكبر أَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ العيد وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ

الله أكبر اَللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَ سَيّدِنَا اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

الله أكبر عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يذكركم وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

جعلنا الله من العائدين الفائزين. تقبل الله صيامنا و صيامكم. قرباننا و قربانكم

الله أكبر 3 و لله الحمد

Share and Enjoy

Komentar

comments