Keluarga Jawa Madura

MAPPI- Minggu (13/08/2017) pukul 19.30 WIT, Himpunan Keluarga Jawa Madura (HKJM), usai menyelenggarakan tasyakuran dan serasehan dalam rangka memperingati nikmat kemerdekaan Indonesia ke 72, di rumah bapak Sudar Jalan Irian Km 05 Kepi Mappi. Serasehan ini biasanya diadakan ketika ada moment-moment hari kemerdekaan dan hari besar Islam.

Tasyakuran ini dibuka oleh bapak Suyoto, S.ST selaku Ketua HKJM, dia menyatakan bahwa dalam upaya untuk menumbuhkan persatuan dan kesatuan antar orang Jawa dan Madura yang berada di Mappi. Dia kembali mengingatkan tentang sejarah jasa-jasa pahlawan, nenek moyang Indonesia yang gigih demi mencapai suatu kemerdekaan yang diidam-idamkan selama bertahun-tahun lamanya.

Bapak kelahiran Boyolali Jawa Tengah itu mengungkapkan tentang konteks proklamasi “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dari lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan daam tempo yang sesingkat-singkatnya”. Atas nama Soekarno Hatta. Yang harus diperingati setiap tanggal 17 Agustus adalah Proklamasi, bukan RI-nya. RI itu dibentuk 18 Agustus. Sampai sekarang masih banyak terdapat pernyataan “Dirgahayu Republik Indonesia atas kemerdekaan yang ke-72”.

Mengacu gagasan Bung Karno, perlu diketahui bahwa golongan Islam dan golongan nasionalisme adalah dua kekuatan yang harus berdampingan secara kokoh dan seimbang. Kita patut bersyukur atas warisan para pendiri negara sebuah dasar dan ideologi negara yang kualitasnya melampui ideologi bangsa-bangsa lain. Maka, pancasila lebih baik dari ideologi komunis, lebih baik dari faham liberalis dan lebih baik dari sistem Khilafah karena punya sila “Persatuan Indonesia,” kata Suyoto

HKJM mulai dibentuk pada tahun 2009 Masehi, sampai sekarang baru dua kali ganti ketua. Ketua pertama menjabat selama empat tahun dan ketua yang sekarang hampir tiga tahunan. Sampai sekarang ada kurang lebih 2.000 jiwa warga Jawa Madura baik muslim atau non-muslim yang berada di kabupaten Mappi. Imbuhnya.

Kepala Kepolisian Resor Mappi, Wartono menyatakan terima kasih kepada HKJM atas kerjasamanya dalam menciptakan keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadlan dan perayaan-perayaan hari besar. Juga yang masih menjadi PR polisi dan pemerintah kabupaten Mappi yaitu memberantas pembuatan minuman-minuman keras yang berada di Distrik (kecamatan) pedalaman, yang mana biasa orang-orang suku Papua mengirimnya pakai ketinting (perahu kecil) dimalam hari. Miras tersebut lebih berbahanya dibanding miras biasa, diprediksi pula tidak lama lagi orang penduduk asli Papua akan habis lantaran minum miras tersebut.

Acara ini ditutup dengan pembacaan tahlil oleh ustadz Abdul Kohar asli dari Madura yang ditujukan kepada arwah-arwah pahlawan Indonesia. Harapannya, semoga mereka dijadikan oleh Allah menjadi orang-orang yang syahid dan dimasukkan ke dalam Surga-Nya beserta bidadari-bidadari cantik. Aminn

Share and Enjoy

Komentar

comments