KH. Ahmad Hasyim Muzadi dikunjungi Ulama dari Tajammu’ul Ulama al-Lubnany

KH. Ahmad Hasyim Muzadi dikunjungi Ulama dari Tajammu’ul Ulama al-Lubnany

Ulama dari Tajammu’ul Ulama al-Lubnany (Sheikh Zuhair Usman al-Junaid & Sheikh Ghozi Yusuf Hneineh) mengunjungi KH. Ahmad Hasyim Muzadi di Kantor Wantimpres pada Hari Selasa, 6 September 2016, jam 14.30-16.00 .

1. Ulama Tajammu ini menyampaikan kepada KH. Hasyim Muzadi secara rinci tentang keadaan kaum muslimin di Timur Tengah, peta kekuatan yang ada, dan anatomi pergolakan di Timur Tengah. Informasi tersebut dimulai dari anatomi pergolakan di Syria, munculnya ISIS (DAIS), keadaan di Libanon, Mesir, Turki, Yaman, Libia, dan Irak dengan sangat gamblang.

2. Posisi Ahlussunah wal Jamaah sebagai pemikiran yang lurus dan toleran serta dipegangi oleh mayoritas ulama dunia sebagai manhaj yang mu’tadil (pemikiran ilmiah amaliyah) sekarang ini sedang banyak mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut karena dihimpit oleh kekuatan Syiah yang mempunyai sentral negara Iran, serta Wahabiyah/Salafiyah yang mempunyai sentral Saudi Arabia. SedangkanAhlussunah wal Jamaah bergerak non-politis tanpa pengendalian dari negara tertentu menjadi sasaran dua kekuatan tersebut yang mempunyai arus politik serta kekuatan uang.

3. Himpitan dua kekuatan dari sesama Islam tersebut kemudian diintervensi oleh kekuatan asing baik dari Barat maupun dari Timur. Intervensi tersebut dengan cara membenturkan Syiah dan Wahabi dan menggunakan daerah kawasan kaum Sunni, sehingga kerusakan menjadi merata di kalangan umat Islam.

4. Di samping kekuatan asing menggunakan militer, terlebih dahulu menggunakan perang pemikiran (ghozwatul fikri)untuk mengubah cara berfikir dan mindset umat Islam sehingga bercerai berai. Delegasi dari Tajammu’ Lubnani ini mengharapkan agar Malaysia dan Indonesia mewaspadai serangan-serangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Sehubungan Malaysia dan Indonesia mayoritas adalah Sunni maka harus diwaspadai penyusupan dan infiltrasi dengan melalui berbagai macam cara. Naudzubillah jangan sampai Islam di Malaysia dan Indonesia jebol karena serangan-serangan tersebut.

5. Biasanya Wahaby/Salafy menyerang Ahlussunah wal Jamaah dalam masalah-masalah furu’iyah secara terbuka dan keras. Sebaliknya Syiah memasuki Ahlussunah dengan penyusupan dan membuat kekuatan tersendiri untuk merusak barisan Ahlussunah tersebut untuk kemudian menghilangkan pengaruhnya di tengah tengah masyarakat. Biasanya Syiah terlebih dahulu menyerang Wahaby kemudian Wahaby membalasnya. Sedangkan Ahlussunah wal Jamaah sendiri sebenarnya tidak ada kepentingan menyerang kesana kemari namun tetap menjadi sasaran mereka.

6. KH.A. Hasyim Muzadi sangat berterima kasih atas informasi-informasi penting yang sesungguhnya terjadi di Timur Tengah dan kita sama-sama saling mendoakan. Semoga Allah melindungi kita semua. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Share and Enjoy

    Komentar

    comments