KH. A. Hasyim Muzadi menjadi panelist pada Workshop 6th Session of The Istanbul Process

KH.  A. Hasyim Muzadi Menjadi panelis PADA Lokakarya 6 Sesi The Istanbul Proses

KH. A. Hasyim Muzadi Menjadi panelis PADA Lokakarya 6 Sesi The Istanbul Proses “A perspektif lintas-regional tentang kebijakan praktik terbaik untuk mempromosikan toleransi beragama dan Penguatan Ketahanan”, Oleh diadakan Kementerian Luar Negeri Singapura, Rabu 20 Juli 2016

Berikut titik-titik Yang beliau Sampaikan:

1. Intoleransi hearts Hubungan antar agama Serta Hubungan sosial can be Terjadi di SEMUA agama, manakala mendapat POSISI mayoritas. Di jawa seringkali orangutan Sulit mendirikan Gereja, namun di NTT Dan Papua mendirikan masjid also Sulit. Sehingga Yang diperlukan Adalah pembentukan Kesadaran society ITU Sendiri, KARENA Aturan Dan Sistim perundangan Oleh gatra Sudah Cukup memadai. Beroperasi internasional pun intoleransi Ternyata Terjadi such as inviting participation di hearts Kampanye Kepresidenan Konsultasi Kesehatan, Hukum TENTANG Islamophobia. Di Prancis ADA larangan berjilbab, menara masjid TIDAK boleh melampaui tingginya Gereja, dsb.

2. Intoleransi Yang Sering dituduhkan ke Indonesia sebenarnya Terjadi KARENA Laporan Warga Negara Indonesia Sendiri Yang TIDAK mau menyelesaikan di Dalam Negeri TAPI membawanya Ke Luar negeri. Sehingga luar negeri mempunyai Alasan untuk review memusuhi Indonesia.

3. HAM di Indonesia Harus diproporsionalkan sebagaimana tercantum hearts UUD 45 paska amandemen Yang TIDAK boleh melanggar Pancasila, UUD 45, agama, Dan Kearifan Lokal. Sedangkan Yang Terjadi Sekarang Adalah Gerakan politik HAM Indonesia Sudah melampaui Konteks yuridis formal yang Yang Ada Ada hearts UUD 45 ITU sehingga Sering berbenturan dg tata Nilai bahkan kepentingan Indonesia.

Share and Enjoy

    Komentar

    comments