Khofifah: Muslimat NU adalah Wadah Nasionalisme

Oleh: Zakiyal Fikri Muchammad

Andoolo, (17/7/2017), Pagi ini adalah hari yang berbahagia bagi KH.Wildan, pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thulab sekaligus Ketua PCNU kabupaten Konawe Selatan. Bagaimana tidak, hajatnya untuk menghadirkan Ibu Menteri Sosial, Dra. Khofifah Indar parawansa akhirnya terwujud jugs. Ya, ibu menteri beserta rombongannya hari ini telah bertolak dari Jakarta menuju Konawe Selatan- Sulawesi Selatan dalam rangka menghadiri undangan dalam acara *”Halal Bihalal PC Muslimat NU Konawe Selatan dan Deklarasi Anti Narkoba Muslimat NU Konawe Selatan”*di kompleks pondok pesantren binaan beliau.
Turut hadir juga dalam acara ini adalah Bupati dan wakil Bupati Konawe Selatan, Ketua DPRD Konawe Selatan, Bapak Kapolda dan masyarakat sekitar serta para wali santri.

Sebagai tuan rumah, KH. Wildan sangat bersyukur dan berterima dengan hadirnya ibu menteri. Beliau menuturkan bahwa keinginan untuk mengundang Ibu Khofifah sudah sejak lama, namun baru hari ini bisa terwujud. Beliau juga menyampaikan bahwa hadirnya Ibu Menteri ini merupakan saran dari guru sekaligus guru beliau, KH. Ahmad Hasyim Muzadi sebelum beliau wafat tepatnya bulan September tahun lalu. _”Kedatangan Bu menteri sebenarnya merupakan wasiat dari Abah Hasyim Muzadi September tahun lalu. Beliau meminta saya untuk mengundang Bu menteri, dan Alhamdulillah wasit beliau kini bisa terwujud.”_Tutur beliau sambil tersedu menangis.

Dalam sambutannya, Ibu Menteri mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, wali dan santri khususnya jamah muslimat untuk memperkuat kembali persatuan bangsa. “Majelis Muslimat NU tidak hanya sebagai bentuk penguatan masyarakat, pesantren tapi juga sebagai bentuk penguatan Nasionalisme. Kalo kata pendiri NU, Kyai Hasyim Asy’ari, ini merupakan Hubbul watton minal iman (cinta negara bagian dari iman).” Tegas beliau.

Beliau jugq menyeru untuk bersama-sama menumbuhkan kembali pemaham kepada masyarakat tentang nasionalisme, dikarenakan baru-baru ini ada kelompok yang ingin mengganti NKRI menjadi khilafah.
“Masyarakat Konawe Selatan, khususnya jamaah muslimat NU Wahib tahu empat pilar negara yaitu PBNU dengan P “Pancasila”, B “Bhineka tunggal Ika”, N “NKRI” dan “U” undang-undang 1945.”Tambah beliau.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa pendiri NU dan para masyakhih ulama NU generasi awal tepatnya saat MUNAS ULAMA pertama telah memutuskan bahwa Pancasila/NKRI adalah final. Yang diinginkan para founding father Nu adalah negara yang damai (Darussalam) bukan negara Islam (Darul Islam). Jadi segala yang mengusik tataan NKRI bahkan sampai ingin merobohkannya, wajib kita halangi jangn sampai itu terjadi.

Dan terakhir, beliau menyampaikan kepada seluruh masyarakat dan wali santri untuk selalu memperhatikan kehidupan anak-anak kita. Terutama soal pendidikan dan akhlak mereka. Jangan gara-gara kesibukan kerja, kewajiban ini terbengkalai. “Keluarga yang harmonis, itu terbentuk karena orangnya tuayang mencontohkan hal-hal positif kepada anak-anaknya.” Ungkap beliau.

Share and Enjoy

Komentar

comments