Khutbah: Ibadah sebagai Kebutuhan

الحمد لله رب العالمين. اَللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْمًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، يَا اَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ. اَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. نَسْأَلُكَ عِلْمَ الْخَائِفِيْنَ مِنْكَ، وَخَوْفَ الْعَالِمِيْنَ بِكَ. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، شرح الله له صدره، ووضع عنه وزره، ورفع له ذكره. اللهم صل على سيدنا محمد على أل سيدنا محمد كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى أل سيدنا إبراهيم. وبارك على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد، كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى أل سيدنا إبراهيم. في العالمين إنك حميد مجيد. أيها الأخوة المؤمنون الفرحون بطاعة الله سبحانه وتعالى! اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk menikmati ibadah shalat jum’at di awal bulan MUharram ini. Oleh karena itu, marilah kita mensyukuri nikmat ini dengan berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Pada dasarnya seluruh umat Islam sudah beriman kepada al-Qur’an, namun keimanan pada al-Qur’an tersebut perlu dipupuk dan diperkuat dengan ilmu pengetahuan terkait al-Qur’an; selanjutnya ilmu tersebut dibuktikan melalui amal keseharian. Dengan demikian, al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang perwujudannya berupa iman, ilmu dan amal sekaligus. Oleh karena itu, dimensi iman, ilmu dan amal akan selalu memiliki ruang yang cukup ketika kita mengkaji Al-Qur’an. Berikut ini sekilas contoh aplikasi tiga dimensi tersebut dalam menafsiri Surat Al-Hijr: 99
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99)
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Dari segi dimensi iman, Surat Al-Hijr: 99 memakai redaksi ” رَبَّكَ “, bukan kata ” الله “. Apabila ditelisik lebih dalam, istilah “رب” memiliki kandungan makna yang sangat luas. Menurut Abu Zahrah, istilah Rabb mengandung pengertian bahwa Allah adalah Dzat yang memberi makan, mengembangkan, mengurusi, dan memperbaiki serta mengatur urusan-urusan umat manusia. Di sisi lain, ayat ini juga mengisyaratkan fungsi Rububiyyah Allah kepada umat manusia.

Jika demikian, maka susunan ayat tersebut mengindikasikan bahwa ibadah merupakan suatu kebutuhan; karena setiap manusia pasti butuh makan, minum, dan kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya; sedangkan yang mampu memenuhi semua kebutuhan itu hanyalah Allah Swt. semata.

Dari segi dimensi ilmu, Surat Al-Hijr: 99 jika ditinjau dari ilmu fiqih menunjukkan bahwa ibadah – seperti shalat dan sejenisnya – adalah wajib bagi manusia selama masih hidup.

Lantas apa hikmah di balik penggunaan redaksi “حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِين”, padahal redaksi “وَاعْبُدْ رَبَّكَ” sudah cukup untuk menunjukkan makna perintah beribadah? Menurut Imam Qurthubi, hikmahnya adalah jika ayat tersebut hanya menggunakan redaksi “وَاعْبُدْ رَبَّكَ” saja, niscaya orang yang beribadah satu kali saja sudah cukup. Bukankah ada kaidah Ushul Fiqih (اَلأَصْلُ فِي اْلأَمْرِ لاَ يَقْتَضِي التِّكْرَارَ) hukum ashal pada kalimat amar (perintah) itu tidak menuntut (dilakukan) berulang-ulang.

Dengan adanya redaksi “حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِين”, maka kewajiban ibadah tersebut berlaku hingga ajal tiba. Sehingga yang dimaksud oleh ayat ini adalah kewajiban ibadah terus-menerus sepanjang hayat; pengertian ini semakna dengan Surat Maryam: 31 وَأَوْصَانِي بِالصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Sayyid Thanthawi berpendapat bahwa alasan kematian disebut dengan istilah “الْيَقِين” adalah karena kematian merupakan sesuatu yang diyakini kedatangannya oleh semua makhluk.

Dari segi dimensi amal, ayat di atas dapat dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. Sayyid Thanthawi menafsiri Surat Al-Hijr: 97-99 sebagai berikut: Ketika seseorang mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan – seperti musibah – seyogyanya dia segera meminta pertolongan kepada Allah SWT melalui berbagai jenis ibadah, seperti shalat, membaca tasbih, tahmid, dan ibadah-ibadah lainnya.

Ar-Razi menyatakan bahwa perintah beribadah dalam Surat Al-Hijr: 99 tersebut merupakan dalil bahwa kemulyaan seorang hamba itu terletak pada (kualitas) ibadahnya. Apalagi Rasulullah Saw. sudah memberikan teladan dalam bentuk tidak pernah meninggalkan shalat hingga beliau wafat. Oleh karena itu, tidak tepat jika ayat ini dijadikan landasan bahwa orang yang sudah mencapai “derajat keyakinan tertinggi (المعرفة)” sudah terbebas dari kewajiban syari’at, karena kata “الْيَقِين” pada ayat ini bermakna “kematian” bukan ma’rifat. Demikian pendapat Ibnu Katsir.

Hanya saja pada prakteknya, iman kita bertambah dan berkurang; demikian halnya dengan ibadah kita. Maka dari itu, kita dituntut untuk berupaya terus-menerus menjaga kualitas iman dan ibadah kita. Apalagi mendekati bulan Ramadhan seperti ini, seyogyanya kita mencari cara bagaimana agar keimanan kita semakin meningkat, dan mencapai puncaknya pada saat bulan Ramadhan nanti.

Salah satu cara yang dapat kita gunakan untuk memotivasi dan meningkatkan ibadah kita beserta keluarga kita semua adalah membaca kisah-kisah orang-orang shalih. Misalnya: para shahabat.

Apabila kita membaca tentang kisah para shahabat, di sana terdapat banyak hikmah yang dapat kita teladani.

Akhirnya, semoga sedikit paparan di atas dapat diambil hikmahnya, terutama memberi semangat untuk semakin giat meningkatkan kualitas ibadah sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah Swt. dalam Surat Al-Hijr: 99 dan yang diteladankan dalam sunnah Rasulullah Saw.

إنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ اَلْمَلِكِ الْعَلاَّمِ. وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ. وَإِذَاقُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133). بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِىْ الأيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ لِىْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك قريب مجيب الدعوات. اللهم انصر امةَ محمد، اللهم اصلِحْ امة محمد، اللهم انصر مَنْ نَصَرَ الدين واخْذُلْ مَنْ خذل الدين، واجعل بَلْدَتَنا اندونسيا بلدةً طيبة، تجري فيها احكامُك وسنةُ رسولك، ياحي ياقيوم، يا الهَنا واِلهَ كلِّ شيئ. هذا حالنا لايخفى عليك. اللهم ادفع عنا الغلاء والبلاء والفحشاء والمنكر والبغي والسيوف المختلفة والشدائد والمِحن ماظهر منها وما بطن، من بلدنا هذا خاصة، ومن بُلدان المسلمين عامة، انك على كل شيئ قدير. ربنا اغفرلنا ولاخواننا الذين سبقونا بالايمان ولاتجعل فى قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤوف الرحيم.
عبادالله .ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون، فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروا على نِعمه يَزِدْكم، واسئلوه من فضله يُعطكم ،ولذكرالله اكبر.أقم الصلاة

Share and Enjoy

Komentar

comments