KIAMAT, RASULULLAH DAN JIBRIL TAK TAHU PASTI

          Depok, WALISONGOONLINE – Pernah ramai perbincangan kiamat sudah dekat pasca terpilihnya sembilan Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kesemuanya perempuan. Berlanjut ke suara gemuruh mirip terompet di berbagai negara yang diduga tiupan sangkakala.

         Tak ketinggalan, Pemimpin Kerajaan Tuhan Eden, Lia Aminuddin, mengungkapkan hal yang sama. Bahkan ia pernah memprediksi kiamat terjadi akhir Mei atau sebelum bulan Juni 2015. Itu semua adalah sekilas dari berbagai ramalan kiamat, omong kosong, bualan yang sudah berlangsung lama dan tak satupun yang terbukti kebenarannya.

          Dugaan tentang kiamat sudah dekat memang dibenarkan Allah. Hal ini termaktub dalam al-Qur’an. Allah mengatakan hal itu langsung kepada Nabi Muhammad.

          Allah berfirman: “Manusia bertanya kepadamu tentang kiamat (sa’ah). Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentangnya itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi kiamat (sa’ah) itu sudah dekat waktunya.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 63).

          Ayat ini dikuatkan dengan hadis yang berbunyi: ‘Aku diutus dan kiamat seperti dua (jari) ini.’ (HR. Muslim [nomor 5245]).

          Kendati disebutkan bahwa kiamat sudah dekat, hanya Allah yang tahu kapan terjadinya. Tak seorang pun bisa memastikannya. Bahkan Rasulullah Muhammad dan Malaikat Jibril sekalipun.

          Dalam hadis yang sangat populer dan terdapat di kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim juga di Hadits Arba’in karya Imam Nawawi dikisahkan bagaimana Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad.

          “Umar bin Khatthab berkata: Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah saw. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi.”

          Setelah bertanya tentang apa itu Islam, Iman serta Ihsan, dan nabi menjawabnya seraya dibenarkan lelaki itu, kemudian ia bertanya tentang hari kiamat.

          “Lelaki itu berkata lagi:‘Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?’ Nabi menjawab, ‘Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.’Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya?’ Nabi menjawab, ‘Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.’”

          Setelah lelaki itu pergi, nabi bertanya kepada Umar: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Umar menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” (HR. Muslim [nomor 8] dan dengan redaksi sedikit berbeda diriwayatkan pula Bukhari [nomor 48]).

          Dalam hadis itu tampak jelas bahwa Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril pun tak tahu kapan kiamat akan terjadi. Nabi hanya menjabarkan tanda-tandanya secara umum saja tanpa memastikan kapan hari akhir itu.

          Masih banyak ayat atau hadis terkait hal ini. Di antaranya: “Sesungguhnya kiamat (sa’ah) itu akan datang aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (Q.S. Thaha [20]: 15)

          Ya, pengetahuan tentang kapan terjadinya hari kiamat itu adalah urusan Allah bukan urusan kita. Adapun urusan kita apakah yang sudah kita persiapkan untuk menghadapinya. Inilah yang lebih penting.

          Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan isnad yang shahih; “Bahwasanya ada seorang laki-laki memasuki masjid menghadap Nabi Muhammad saw. yang saat itu beliau sedang berkhutbah hari Jum’at. Laki-laki itu berkata: “Kapan datangnya hari kiamat?. Kemudian para muslimin memberi isyarat kepadanya agar diam, tetapi ia tidak mau diam, bahkan mengulagi pertanyaannya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda setelah pertanyaan yang kedua; “Celakalah kamu! Apakah yang telah kamu persiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat?

          Maka celakalah orang yang hanya bertanya tentang kapan terjadinya kiamat, kapan saya lulus sekolah, kapan saya pulang kampung, kapan saya mengabdi namun ia tidak mempersiapkan bekal sama sekalipun untuk menghadapi apa yang ditanya dan dinantikannya itu.

          Lantas apa yang harus kita persiapkan? Dari Abdullah bin Mas’ud dan Abu Musa al-Asy’ari bahwasannya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya menjelang terjadinya kiamat akan ada hari-hari di mana kebodohan menjadi-jadi, ilmu syariat diangkat dan terjadi banyak hari-hari pembunuhan.” (HR. Bukhari)

          Udah tau persiapan yang harus segera kita lakukan sekarang? Persiapannya adalah ILMU dan IMAN. Ilmu yang dengannya kita tahu tentang seluk beluk fitnah akhir zaman, sehingga kita bisa mengkondisikan diri kita agar tidak terpengaruh. Dengan ilmu kita bisa beramal dengan baik sehingga kita pun di akhirat kelak mendapat balasan yang baik, yaitu surga.

          Maka dari sekarang, ayok cintai ilmu dan ulama! Ulama satu per satu sudah diambil oleh Allah. Baru saja kita kehilangan Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syatiri, sulthanal ulama pemimpin Ribath Tarim, Hadramaut. Dan sebagaimana hadis yang terakhir tadi, akan terjadi banyak hari-hari pembunuhan. Dan inilah dia masa yang dimaksud, dimana sekarang telah banyak orang yang mengaku gila namun memburu para ulama untuk dibunuh. Persiapkan ilmu dan amal!

Share and Enjoy

    Komentar

    comments