MAN 7 Jakarta Mengawali Perubahan dari Al-Qur’an

Depok, WALISONGOONLINE – Dalam rangka meningkatkan kecintaan siswa dan siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 jakarta kepada al-Qur’an, pengurus MAN 7 jakarta  bekerjasama dengan pesantren Al-Hikam depok menyelenggarakan program tahfidz al-Qur’an. Acara Penandatanganan MOU sebagai tanda dimulainya kerjasama antara MAN 7 jakarta dengan pesantren Al-Hikam Depok dilakukan oleh Kepala Sekolah MAN 7 Jakarta Bapak H. Borkat Guna Harahap, S.Pd. dan Kepala Pesantren Al-Hikam Depok KH. Yusron Shidqi, Lc.

Sebelum memasuki acara inti, para siswa dan siswi MAN 7 Jakarta melantunan sholawat yang diiringi oleh tim hadroh. Mereka terlihat antusias melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama. Ini pemandangan yang jarang kita temukan di sekolah-sekolah yang ada di perkotaan. Bahkan setelah acara penandatanganan selesai para siswa dan sisiwi masih jadwalkan untuk melaksanakan sholat duha dilapangan sebelum mereka mulai belajar di kelas, dan ini dilakukan setiap pagi ketika para siswa dan siswi MAN 7 jakarta aktif belajar.

Tepat pukul 07.00 WIB acara inti dimulai dengan pembukaan yang diawali dengan bacaan basmalah. Dewan Guru MAN 7 Jakarta dan Asatidz Pesantren Al-Hikam duduk bersama menghadap para siswa dan siswi di barisan terdepan, sedangkan siswa dan sisiwi memenuhi lapangan dengan duduk bersila menghormati para guru-guru yang ada dihadapannya. Perlu diketahui MAN 7 Jakarta telah ada sejak tahun 1986 dengan jumlah murid pertamanya sebanyak 35 orang.

Pada sambutan pertama, kepala sekolah MAN 7 Jakarta menyampaikan bahwa para siswa dan siswinya ternyata banyak yang menghafal al-Qur’an. Ada yang menghafal baru 1 Juz, ada yang sudah 15 juz bahkan ada yang sudah 30 Juz. “ Oleh sebab itu saya merasa berdosa jika anak-anak yang memiliki hafalan itu setelah lulus malah berkurang hafalannya dikarenakan belum ada penanganan tahfidz secara intensif dari sekolah. Semoga dengan adanya kerjasama ini paling tidak hafalan yang anak-anak punya dapat bertahan dan bahkan dapat ditambah lagi”, imbuhnya.

Program kerjasama ini Insyallah akan dimulai pada pekan ini dan diikuti oleh 20 peserta dari siswa-siswi MAN 7 jakarta. Di akhir pekan mereka akan tinggal dilingkungan pesantren Al-Hikam untuk memperoleh pendidik agama khususnya bimbingan menghafal al-Qur’an. Didampingi oleh 2 pembimbing yang telah menyelesaikan Program Pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam yang telah hafal al-Qur’an 30 Juz Yaitu Ustad Syarihudin, S.Ud dan Ustad Narsil Albab Mochammad, S.Ag.

Pada sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pesantren Al-Hikam Depok, yaitu KH. Yusron Shidqi, Lc. Gus Yusron panggilan akrab beliau di pondok, menyampaikan “ Seseorang itu pasti berubah, baik dalam usia maupun intelektual, dan perubahan pasti akan terjadi pada diri kita. tentu dengan harapan perubahan yang lebih baik”. Belaiu menanyakan kepada para siswa-siswi yang hadir, akan dimulai darimana perubahan tersebut, “Jawabannya adalah al-Qur’an”. Tegas beliau.

Beliau menambakan penjelasannya mengapa al-Qur’an manjadi titik tolak perubahan seseorang agar menjadi lebih baik. “ al-Qur’an adalah manual book, atau buku panduan bagaimana seseorang memperlakukan kehidupannya di dunia dan kelak di akhirat. Sehingga semua tatacara untuk bermuamalah atau berinteraksi ada di al-Qur’an agar manusia tidak merusak dirinya dan merusak dunianya”.

Contoh sederhana disampaikan oleh Gus Yusron dengan menyampaikan satu ayat mengenai penggunaan uang. Pada Surat Al-Ghumazah ayat 2 disebutkan.

الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ

“yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya “.

Beliau menjelaskan penggunaan uang itu lebih baik daripada menumpuk uang.  Seperti yang disebutkan dalam ayat lain di al-Qur’an bahwa Semua nikmat Allah berisi berkah dan fadholnya Allah SWT, dan ini lebih baik daripada harta-harta yang cuma dikumpulkan.

Oleh sebab itu penggunaan uang tidak hanya untuk dikumpulkan saja tetapi untuk berinfestasi masa depan. Ini adalah paradigma atau cara berfikir yang benar bagaimana orang memulai perubahan yaitu dengan cara mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada disekitranya, bukan untuk menumpuk tetapi untuk memberikan makna perjalan didalam kehidupan ini. “Itu baru satu ayat dari sekian ribu ayat yang ada di al-Qur’an”, imbuhnya.

Gus Yusron menambahkan “ Tidak ada seseorangpun didunia ini yang tidak ingin menjadi lebih baik bahkan penjahat kelas kakappun. Penjahat adalah seseorang yang ingin hidupnya lebih baik namun tidak menemukan cara yang baik”.

Dalam proses belajar al-Qur’an beliau menyampaikan ada 4 poin yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah bisa membacanya, yang kedua bisa mengerti maknanya, kemudia mengamalkannya dan selanjutnya menghafalkannya. Namun jika seseorang sudah terlanjur menghafalkannya sebelum mengerti maknanya maka itu merupakan hal yang baik pula. Acara tersebut ditutup pembacaan doa oleh Guru Agama dari MAN 7 Jakarta dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Kerjasama Program Tahfidz tersebut akan dilaksanakan setiap pekan selama satu tahun. Dari jumlah peserta yang sudah terdaftar ada kemungikan akan semakin bertambah siswa dan siswi yang ingin mengikuti program tersebut. Mereka yang belum lancar membacapun memiliki semangat untuk mengikuti program BBTA yang sudah berjalan lama di pesantren Al-Hikam. Program BBTA merupakan program mengaji bagi kalangan yang ingin melancarkan atau memperbaiki bacaan al-Qur’an.

Share and Enjoy

    Komentar

    comments