MUSTAWA (sebuah pintu gerbang pengabdian di ujung utara Indonesia)

Oleh: Nasril Albab Muhammad
Natuna, senin pagi (17 Juli 2017)  hampir seluruh sekolah di Nusantara, dari setiap  jenjang memulai aktifitas KBM Kembali. Di hari pertama masuk,  setiap sekolah pada umumnya  menyelenggarakan Upacara Bendera dan sekaligus upacara pembukaan masa orientasi siswa, begitu juga dengan SMP Nurul Jannah Natuna. Bersama dewan Guru dan seluruh siswa/i baik lama ataupun baru, SMP Nurul Jannah menyelenggarakan Upacara Bendera Hari Senin sekaligus pembukaan Mustawa. Mustawa adalah istilah yang digunakan di SMP Nurul Jannah untuk menunjuk sebuah agenda pengenalan dan  orientasi bagi siswa/i baru  yang akan masuk sekolah. Jika pada sekolah-sekolah lain menggunakan istilah MOS (Masa Orientasi Siswa) atau MOPDIK (Masa Orientasi Peserta Didik baru), maka SMP Nurul Jannah menggunakan istilah tersendiri, yaitu Masa Orientasi Ta’aruf Siswa (Mustawa).*

_Sebenarnya singkatan yang tepat dari rangkaian ” Masa Orientasi Ta’aruf siswa” adalah “MASTAWA” tetapi Kepala Sekolah SMP Nurul Jannah lebih memilih untuk menyebut MUSTAWA, karena melihat bahwa dalam Bahasa Arab Kata ini memiliki makna yaitu “tingkatan”, sekalipun mungkin terlihat sedikit kurang tepat.

Pada acara pembukaan ini Bpk. Hasmiza selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Nurul Jannah menggantikan Bapak Kepala Sekolah menjadi Pembina Upacara. Pada kesempatan yang istimewa itu Bpk. Hasmiza memanfaatan waktu untuk memberikan amanat seperti amanat pemberitahuan, peringatan maupun motivasi. Pada sambutan ini beliau lebih banyak bercerita  tentang cerita perjuangan.  Yaitu perjuangan para pejuang yang gigih, pemerhati masa depan dan pendamba generasi hebat yang akan  terlahir dari bilik-bilik pesantren Nurul Jannah  kelak. Merekalah Para Bapak Pengasuh,  Ustadz. Budi Nurhamid dan seluruh panglima pendiri sekolah pesantren ini serta 21 siswa/i perdana.  Benar, karena memang sekolah dan pesantren ini baru aktif kembali 4 tahun yang lalu setelah beberapa tahun sempat berhenti.  Tepatnya pada tahun ajaran 2014/2015.
Alhamdulillah, itu menjadi cahaya harapan baru bagi semua. berkat jerih payah angkatan perdana kini telah lebih dari 150 siswa/i smp Nurul Jannah. Semua itu tidak lepas dari jiwa semangat mereka. Sebuah kesederhanaan yang mampu membakar semangat jiwa dapat berkibar pada tiang bendera. Sebagaimana wakil kepala sekolah kisahkan bahwa Upacara bendera perdana tidak ada tiang besi sebagai tiang pengibar bendera. Saat itu sang merah putih dikibarkan dengan tiang melengkung dari kayu. ” Coba bayangkan tiang bendera menggunakan kayu, ditambah para siswa  belum memiliki seragam resmi SMP Nurul Jannah dan hanya berjumlah 21 orang” . Jumlah yang cukup sedikit hingga hampir separuhnya menjadi petugas upacara sementara 10 siswa yang tersisa menjadi peserta.

Namun itu semua tidak meluluhkan semangat juang mereka. ” Jiwa patriot  telah mengalir dalam darah mereka, maka hargailah jasa juang generasi 21 itu dengan cara generasi-generasi berikutnya serius dan taat serta ikut bersama-sama memajukan sokolah ini”. Demikian Bpk. Hasmiza menghimbau kepada seluruh siswa yang mengikuti upacara pagi ini, khususnya kepada calon siswa/i baru.

Mustawa diagendakan selama 3 hari, mulai dari hari senin hingga rabu. Kegiatan yang dirancang oleh panitia OSIS dan Panitia Mustawa juga beragam. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah,  aturan-aturan dan juga behaviors of student. Kemudian disampaikan juga terkait keilmuan, seperti  pengenalan dasar Tahsin al-Qira’ah dan Metode Menghafal al-Qur’an sampai kegiatan geam-geam Islami.

Sementara terkait jumlah siswa/i baru yang masuk SMP Nurul Jannah tahun ini cukup banyak yaitu 68 peserta didik. Perkembangan jumlah siswa di tahun ke tiga dan keempat ini bisa dibilang signifikan jika dibandingkan 2 tahun sebelumnya yaitu 30 dan 60. Sebagai sekolah yang masih berusia balita dengan jumlah siswa/i sekitar 70 menunjukan bahwa sekolah yang dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jannah (PPNJ) ini mendapat tempat di hati masyarakat Natuna.

Dari gubuk sederhana ini para wali murid menyimpan harapan bahwa kelak putra-putrinya menjadi generasi Qur’an sejati.  Menjadi anak didik yang mempunyai mental kuat, dibungkus dengan nilai-nilai Qur’ani dan  memiliki semangat siswa/i berprestasi.  Demikian, karena sedari awal berdirinya sekolah SMP berbasis pesantren dan PPNJ ini memiliki program dan keistimewaan tersendiri yang tidak dimilki sekolah-sekolah lain setingkat SMP di Natuna, yaitu Tahfidzhul Qur’an. Dari program inilah para siswa SMP Nurul Jannah diharapkan menjadi generasi yang lebih dekat dengan al-Qur’an, lebih mencintainya dan menjadi bagian dari Hafidzil Qur’an (para penghafal dan penjaga al-Qur’an ) sebagaimana dinyatakan  tersirat dalam kandungan al- Qur’an.
Setelah kegiatan berjalan lancar selama 3 hari, maka pada Rabu sore ba’da asar adalah acara penutupan Mustawa sekaligus penurunan bendera merah putih. Dari setiap kegiatan yang dilaksanakan semuanya menyisakan kesan yang mendalam bagi para siswa baru. Salah satunya adalah kesan yang disampaikan Felti siswi asal pulau tiga. Dia mengatakan “sewaktu mustawa saya senang dengan kaka-kaka panitia Mustawa, Osis dan kakak-kakak di bidang lainnya. Dan juga kegiatan-kegiatannya menarik serta bermanfaat. Namun,  yang paling membuatku terkesan adalah sekolah dan juga guru-guru di Pesantren Nurul Jannah yang menyenangkan”.

Selain itu baik panitia dan peserta semua banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman. “Pengalaman  berharga adalah ketika kita bisa menjadi bagian dari kesuksesan orang lain, menjadi contoh dan kaka suri tauladan bagi adek-adek kelasnya”. Itulah sebaris catatan status Panitia. Tidak terkecuali, ketua panitia juga sangat mengenang acara Mustawa tahun ini. Dalam catatanya yang dikirimkan kepada penulis, Ketua Mustawa yaitu Ramaditya Hasibuan itu mencatat bahwa “Sebelumnya, saya sangat bersyukur karena Mustawa pada tahun ini bisa berjalan dengan lancar. Ini semua, selain kerja keras para kaka Panitia,  juga berkat para peserta Mustawa yang sangat antusias dalam mengikuti segala kegiatan yang panitia buat. Hal ini akan selalu dikenang oleh kami selaku panitia”Demikian secuil kesan akhir dari mereka.
Kemudian, tinggalah agenda penutupan secara resmi. Format acaranya  ditandai dengan sebuah simbolis. Pengambilan atribut nama dari salah satu siswa dan siswi baru oleh Bapak Kepala sekolah SMP Nurul Jannah, Bpk. Budi Nurhamid. Namun sebelum itu beliau menyampaikan  ahlan wa sahlan bi hudhurikum kepada calon siswa/ i baru. “Selamat datang di Ponpes dan Sekolah Smp Nurul Jannah, Natuna  tercinta  ini”.  pada kesempatan beliau juga mengucapkan ” minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin”.

Ada beberapa pesan yang beliau sampaikan Yaitu  seluruh siswa/i SMP Nurul Jannah haruslah membakar semangat belajar di sekolah ini. Hal ini menjadi penting karena baik pelajaran utama maupun tambahan di sekolah SMP Nurul Jannah ini semuanya diajarkan. Bahkan setiap siswa  akan mendapatkatkan materi ke al-Qur’anan seperti tajwid dan Tahsinul Qira’ah yang belum tentu diajarkan di sekolah-sekolah lain.

Setelah pengambilan atribut nama dan acara pembagian hadiah bagi para siswa. Dan juga  pemberian hadia kepada panitia yang dinilai favorit, lucu, baik atau galak. Dan akhirnya,  Mustawa generasi periode 2017/ 2018 adalah moment indah perkenalan untuk semua siswa sebagai gerbang pengabdian diri dari santri untuk Negeri.

Share and Enjoy

Komentar

comments