Nestapa Rohingya: Antara Terorisme dan Luka Sejarah

Oleh: Zakiyal Fikri Muchammad

Baru-baru ini, tepatnya 28 Agustus 2017 kemarin, peristiwa tak mengenakkan terjadi lagi. Kali ini masih dalam korban yang sama, yakni kaum muslimin Rohingya di Myanmar. Bagaimana tidak?. Sejak pekan lalu, orang-orang ‘malang ini’ terus mendapat tekanan dari pemerintah setempat khususnya oleh para tentara Myanmar baik secara fisik maupun psikis. Sebagaimana dilansir dari liputan6.com yang dikutip oleh kumparan.com, disebutkan bahwa Muslim Rohingya telah menjadi ‘korban’ keganasan tentara Myanmar. Rumah mereka dibakar, mereka di bunuh; mulai bayi, anak kecil sampai lansia semua tewas mengenaskan.

Setidaknya ada 180 warga sipil dari mereka yang tewas. Bahkan menurut pemerintah setempat, lebih dari angka tersebut yakni sekitar 880 jiwa. Sementara yang masih ‘tersisa’, langsung menyelamatkan diri menuju Bangladesh. Namun sayangnya, ketika sampai di sana, pihak Bangladesh justru tidak menerima mereka dan disuruh kembali ke negara asalnya. Akhirnya, Muslim Rohingya pun terdampar di perbatasan Myanmar dan Bangladesh tanpa rumah dan makanan.
Alasan tentara Myanmar membunuh Muslim Rohingya cukup mencengangkan yakni untuk membasmi aksi terorisme yang ‘meresahkan’ stabilitas nasional negaranya. Menurut mereka, Islam dan umat Muslim saat ini, justru telah menciptakan para terorisme dan pelbagai gerakan radikal yang ‘fanatik dan sinis’ kepada kelompok beda agama — terlebih bagi pemeluk Hindu di Myanmar ini. Sebut misalnya, semenjak para militan Abu Sayaf di Thailand yang terus ‘menggempur’ warga non muslim setempat. Trauma dan “kejengkelan” inilah, yang barangkali membuat pemerintah Myanmar mengambil sikap keras berupa pembantaian Muslim Rohingya dengan dalih ‘selagi masih satu keyakinan’, benih terorisme akan terus muncul, maka membunuh adalah ‘jalan’ paling efektif’. Alhasil, Muslim Rohingya dalam hal ini terus menjadi korban, padahal mereka tak melakukan aksi terorisme yang dimaksud. Sungguh luka mendalam bagi seluruh umat Islam dunia.

Sebenarnya, kalau ditelusuri lebih jauh lagi, aksi kejam tentara Myanmar ini, ternyata bisa dikatakan sebagai bentuk ‘balas dendam’ kepada kaum muslim karena telah membuat ‘luka sejarah’ yang menyakitkan bagi mereka. ‘luka sejarah’ yang dimaksud adalah kekalahan warga pribumi Myanmar yang mayoritas beragama Hindu atas kekuasaan wilayah karena bersikap terlalu lunak kepada kaum muslimin yang minoritas saat itu, sehingga karena tindakan ini, kaum muslimin dengan mudah menduduki tempat-tempat strategis mereka, dan jumlah mereka pun menjadi semakin bertambah. Luka Sejarah inilah, yang kemudian dijadikan “cermin” bagi biksu Wirathu yang sangat membenci Islam, untuk ‘menyadarkan kembali’ para warga dan pemeluknya untuk bangkit dan membalas dendam kepada kaum muslimin yang minoritas tersebut. Dan peristiwa terbunuhnya Muslim Rohingya adalah salah propaganda yang sengaja mereka lakukan untuk mengobati luka sejarah yang telah lama mereka rasakan itu.

Terlepas dari latarbelakang atau dalih yang lancarkan oleh tentara Myanmar di atas, baik itu alasan pembasmian terorisme maupun luka luka sejarah mereka, yang jelas, tindakan mereka tersebut telah melanggar hak asasi manusia dan perlu dikecam dengan keras. Bagaimana tidak?. Negara Myanmar yang memang mayoritas beragama Hindu, ternyata masih belum bisa menjamin stabilitas dan hak warganya dengan baik. Toh sekalipun di dalam warganya itu, terdapat kaum muslimin minoritas, akan tetapi, secara hukum mereka juga berhak memperoleh jaminan keamanan dan hak hidup di negaranya. Jangan karena beda keyakinan yang dilandasi oleh sifat sinis, lalu mereka dengan mudahnya memusuhi umat islam atau umat-umat yang tak seagama dengan mereka. Oleh karena itulah, barangkali ini salah satu PR besar bagi PPB, yang memang bertugas untuk mewujudkan perdamaian dunia termasuk warga di dalamnya, untuk lebih menjamin secara nyata terhadap hak-hak minoritas supaya tidak mendapatkan intimidasi, teror dan kekerasan dari pihak mayoritas hingga harus berujung pada kematian seperti nasib Muslim Rohingya ini. []

Silahkan diShare

Komentar

comments