Pengabdian Masyarakat

Meraih Kemurnian Ibadah

Oleh: Zakiyal Fikri Muchammad Sebagai seorang hamba, kita tentu tidak terlepas dengan pelbagai kewajiban agama yang diperintahkan oleh sang Khaliq, Allah SWT. Sehingga segala ibadah, mulai dari Shalat, zakat, sedekah, haji sampai menyingkirkan duri di tengah jalan, mesti dijalankan karena memang itu simbol ketaatan kita kepada sang ma’bud. Baik dalam keadaan dan dimana pun berada. Semuanya adalah perintah Allah yang mesti dijalankan. Namun, perlu diketahui bahwa inti sari dari semua

Khofifah: Muslimat NU adalah Wadah Nasionalisme

Oleh: Zakiyal Fikri Muchammad Andoolo, (17/7/2017), Pagi ini adalah hari yang berbahagia bagi KH.Wildan, pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thulab sekaligus Ketua PCNU kabupaten Konawe Selatan. Bagaimana tidak, hajatnya untuk menghadirkan Ibu Menteri Sosial, Dra. Khofifah Indar parawansa akhirnya terwujud jugs. Ya, ibu menteri beserta rombongannya hari ini telah bertolak dari Jakarta menuju Konawe Selatan- Sulawesi Selatan dalam rangka menghadiri undangan dalam acara *”Halal Bihalal PC Muslimat NU Konawe Selatan dan

Masa Depan NU di Pulau Natuna ( antara subtansi dan legal formal)

Oleh: Nasril Albab M Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang lebih dikenal dengan NU bukan sebatas organisasi keagamaan atau ormas Islam semata. Nu juga sebuah gerakan pemikiran yang terkonsep dan terstruktur dalam wadah jaringan ulama Ahlissunah wal jamaa’ah. Demikian  yang selalu didengungkan dan diupayakan oleh Abah Hasyim Muzadi dalam setiap dakwahnya, terkhusus ketika beliau menjabat sebagai ketua umum PBNU 1999-2010. Karena, memang tidak sedikit bahkan banyak dari kalangan nahdhiyyin sendiri yang masih  menganggap dan

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (3)

Oleh: Heri Gunawan Tepat hari sabtu 24 Juni 2017 kamarin, saya berangkat ke Kelamono untuk pergi silaturrahmi sekaligus menjadi khatib idedul Fitri di sana. Sebenarnya hari raya ideul Firti hari minggu, tetapi saya berangkat hari sabtu. Ini karena perjalanannya yang lumayan jauh, ditambah lagi harus menyebrang menggunakan perahu untuk sampai tujuan. Mengapa harus menyebrang, karena jalan darat sudah rusak dan hancur serta ditutupi hutan lagi. bahkan banyak terlihat bekas jembatan-jembatan