Pesantren Mahasiswa Al-Hikam resmi berdiri pada 4 Shafar 1432 Hijriyah bertepatan dengan 9 Januari 2011. Berlokasikan dekat dengan pusat negara dan di sebelah UI yaitu di Jl. H. Amat No. 21, Kukusan, Depok.  Al-Hikam ingin menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi wahana penempaan kepribadian dan moral yang benar berdasarkan nilai-nilai Islam.

Awal berdirinya Pesantren Mahasiswa Al-Hikam digagas oleh KH. A. Hasyim Muzadi, terinspirasi dari Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang yang telah beliau dirikan pada tahun 1992.

Ada tiga dasar pemikiran utama kenapa Pondok Pesantren Mahasiswa harus terwujud:

  1. Alasan Romantisme

Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, menuntut ilmu di pondok pesantren sudah menjadi tradisi di masyarakat. Namun perkembangan dan tuntutan era modern, telah mengubah referensi di kalangan keluarga muslim sendiri dalam memilih lembaga pendidikan. Pondok pesantren yang sudah terbukti mampu melahirkan tokoh-tokoh besar lambat laun dianggap sebagai lembaga pendidikan yang sudah tertinggal zaman sehingga sekolah-sekolah umum berubah menjadi primadona. Fenomena seperti ini rupanya juga dirasakan dalam keluarga Hasyim Muzadi sendiri.  Oleh karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menggagas sebuah pesantren yang akan menjadi wadah penggemblengan ilmu agama dan juga melahirkan genarasi yang memiliki peran di berbagai bidang untuk menjawab kebutuhan era modern seperti sekarang. Hingga akhirnya trandasi pendidikan pondok pesantren pun terus berlanjut dan berkembang.

  1. Alasan Stategis

Hasyim  Muzadi  yang  sangat  aktif  dalam  berbagai  bidangtermasuk  dalam  dunia  pendidikan,  politik,  dan  organisasi masyarakat paham betul terhadap kondisi di Indonesia. Lulusan Perguruan Tinggi sudah barang tentu akan menempati posisi-posisi   strategis   di   dalam   mobiltas   zaman   baik   dalam pemerintahah maupun di sektor-sektor lain. Para lulusan ini perlu dibekali pengetahuan agama yang matang sehingga ketika menjalankan amanah dan peran sesuai bidang masing-masing, tidak keluar dari syariat agama Islam. Itulah kenapa santri dari kalangan mahasiswa menjadi target sasaran Pesantren  Al-Hikam. Dan harapannya, Al-Hikam mampu melahirkan penerus bangsa yang mempunyai integritas keislaman dan keilmuan yang baik.

  1. Alasan Akademik

Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama merupakan salah satu tujuan Hasyim Muzadi untuk mendirikan Pesantren Mahasiswa. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, harus tercipta lingkungan  belajar  yang mendukung  di  mana  santri  akan mendapat   pengajaran   ilmu   agama   yang   selalu   memiliki relevansi dengan ilmu pengetahuan yang didapatkan santri dari perguruan tinggi masing-masing.

 

VISI MISI DAN TUJUAN PESANTREN MAHASISWA AL-HIKAM

VISI

Mewujudkan pesantren mahasiswa Al-Hikam sebagai masyarakat belajar untuk mengembangkan potensi fitrah insaniah yang mengintegrasikan etika agama, etika ilmiah dan etika sosial

MISI

Menjadikan pesantren mahasiswa sebagai:

  1. pusat penempaan moral agama;
  2. pusat penumbuhan budaya ilmiah;
  3. pusat pembekalan kecakapan hidup (life skill) dan tanggung jawab sosial.

TUJUAN

1. Menghasilkan alumni yang berkarakter religius. Kompetensi yang dibangun adalah santri memiliki:

-Kemantapan akidah ahlu sunnah wal jama’ah;

-Pemahaman dan pengalaman Syari’ah Islam;

-Kesadaran berakhlak mulia.

2. Menghasilkan alumni yang berilmu pengetahuan luas dan bijaksana. Kompetensi yang diharapkan adalah santri memiliki:

-Kecakapan berpikir (thinking skill) yang mampu mencari, menemukan, mengolah, dan memecahkan  masalah;

-Kemampuan untuk belajar mandiri;

-Merelevansikan ilmu pengetahuan dengan keyakinan agama melalui pendekatan multidisiplin.

3. Menghasilkan alumni yang memiliki kecakapan menghadapi, memecahkan dan mengelola problematika kehidupaan. Kompetensi yang diharapkan adalah santri memiliki:

-Kecakapan keterampilan kejujuran;

-Kecakapan komunikasi dalam berinteraksi dengan berbagai media (lisan, tulisan dan kesan);

-Kecakapan bekerjasama dalam mengidentifikasi dan mencapai tujuan;

-Kepekaan sosial dan mampu memberikan respon ynag proposional kepada masyarakat;

-Kecakapan memanfaatkan teknologi dan informatika;

-Kecakapan mengelola sumber daya;

-Kecakapan menggunakan sistem dengan membangun keberadaan suatu hal menurut kriteria sistem (kecakapan berorganisasi);

-Kecakapan berwirausaha;

-Kecakapan memilih, menyiapkan, dan mengembangkan karir;

-Kecakapan menjaga harmoni dengan lingkungan.

 

KURIKULUM PESANTREN

 

Pesantren Mahasiswa Al-Hikam menerapkan sistem kurikulum integral yang memadukan aspek teoritis (in-class) dan praktis (daily life) yang diorganisir dalam sebuah sistem terpadu (Pengasuhan – Pembelajaran – Pendampingan) yang saling berkaitan  dan saling mendukung.

Pelaksanaan kurikulum ini didukung oleh tiga bidang yang menangani tugas sistemik Pesantren secara proporsional, yaitu; Dirosah menangani bidang pengajaran, Kepengasuhan menangani bidang mental-spiritual dan KeSantri mahasiswaan mendampingi proses aplikasi dan aktualisasi diri serta memandu para Santri mahasiswa dalam pengembangan karakter dan kepribadiannya.

Penerapan kurikulum integral di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam ini diharapkan dapat terlaksana efektif karena seluruh Santri mahasiswa dalam mengikuti proses pendidikannya tinggal di dalam asrama pesantren, sehingga proses trasmisi dan transformasi dapat dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Untuk mencapai visi, misi dan kompetensi yang telah dirumuskan, maka struktur kurikulum dibagi ke dalam jenjang 4 tahun (8 semester). 

Panduan Kurikulum PESMA 2017-2018

 

Sistem Pengajaran

 

  1. Pengajaran klasikal

Suatu proses pembelajaran in class kepada semua Santri mahasiswa dengan muatan materi sesuai tingkat kemampuan masing-masing yang terprogram dalam empat jenjang kelas.

  1. Pengajaran kolektif

Kegiatan pengajaran kitab kuning (dengan materi/kitab yang telah ditentukan) oleh Kyai atau Ustadz senior  yang diikuti oleh seluruh Santri mahasiswa secara bersama-sama di Masjid.

  1. Pengajaran individual

Pengajaran individual dirancang untuk Santri mahasiswa kelas IV (kelas akhir) menggunakan materi yang disesuaikan dengan bidang minat masing-masing Santri mahasiswa untuk pendalaman pemahaman ilmu-ilmu keagamaan.

 

Sistem Pendidikan

 

Pesantren Mahasiswa Al-Hikam membentuk tiga lembaga utama sebagai pelaksana proses pendidikan:

  1. Kepengasuhan ( Ri’ayah wal Irsyad )
  2. Pengajaran ( Dirosah/ Tadris wat Ta’liim)
  3. Kesantrian ( Ta’diib wat Tahdzib)

 

Jiwa Pesantren

 

  1. Ikhlas dalam beramal
  2. Jujur dalam bersikap
  3. Sederhana dalam hidup
  4. Santun dalam bergaul
  5. Mandiri dalam bersaha
  6. Berjuang bersama-sama

 

 

 

 

 


Fatal error: Cannot use object of type Less_Tree_Color as array in /home/sloki/user/k5554336/sites/walisongoonline.com/www/wp-content/plugins/siteorigin-panels/widgets/less/functions.php on line 13