Sinergitas antara Pondok Pesantren dan Wali santri

oleh : Alba Ruhul Haq

Istighosah bulanan Perdana di Ponpes Daarul Fikri Nabire yang merupakan bentuk sosialisasi kepada para walisantri. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan adanya sinergitas antara seluruh perangkat Pondok Pesantren dengan walisantri. Adapun poin-poin yang disampaikan oleh KH. Imam Muchlasi Al-Bukhorie :
1. Untuk membentuk seorang santri yang berkualitas itu baik akhlak kepribadian, keilmuan, dan kedisiplinan harus adanya stimulus semangat dari berbagai pihak baik itu santrinya sendiri, wali santri, para dewan asatidz dan pengasuh. Dari pihak-pihak tersebut semangatnya harus linear satu arah dan satu frekuensi. Kalau misalkan dari santrinya giat, para asatidz dan pengasuh semangat, tapi dari walisantri tidak mendukung atau acuh tak acuh maka kalau menginginkan anak-anak yang berkualitas itu hanya utopia belaka, khayalan saja.
Oleh karena itu saya berharap semua yang terlibat dalam proses pembentukan kualitas ini saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.
2. Untuk para wali santri juga jangan sekali-kali ketika di pondok membiarkan anaknya membawa hp dan barang elektronik yang lainnya, karena akan sangat mengganggu proses belajar mengajar, kemarin saya lihat bukannya ngaji malah selfi-selfi. Oleh karena itu dilarang keras membawa hp. Kalau ketahuan bawa hp maka hpnya tidak akan kembali.
3. Dan Alhamdulillah, mungkin buat para wali santri yang belum tahu di Daarul Fikri ini telah ada santri baru asli Papua dan sekarang sudah menjadi5 orang santri pribumi asli Papuayang akan menjadi calon ulama Nabire, Allahumma Aamiin. Memang kalau ingin memajukan Islam di Nabire harus dari orang-orang asli pribumi. Karena ketika yang berjuang dan berdakwah dari golongan sendiri maka itu lebih diterima orang-orang sukunya, dan akhirnya mengikuti mereka mau membaca syahadat.
4. Semoga apa yang menjadi tujuan kita bersama diberi kemudahan dan diridhai oleh Allah SWT. Aamiin2 Ya Rabbal’Alamin.

Nabire, 06 Agustus 2017.

Share and Enjoy

Komentar

comments