IMG_1735

Salah satu potensi besar umat Islam Indonesia yang belum tergarap secara maksimal adalah banyaknya kader-kader muslim penghafal Al-Qur’an (huffadh) yang dihasilkan oleh pesantren-pesantren atau lembaga khusus penghafal Al-Qur’an. Jumlah para penghafal Al-Qur’an cukup banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini masih dirasa belum sebanding dengan kontribusi dan peran yang mereka mainkan dalam kehidupan sosial. Padahal jika para penghafal Al-Qur’an yang jumlahnya ribuan ini diberdayakan secara optimal, mereka akan menjadi kader-kader muslim potensial yang tidak saja dapat memahami ajaran-ajaran Islam secara komprehensif tetapi juga dapat menkontekstualkannya dalam menjawab kebutuhan dan tantangan umat Islam dewasa ini.

Pilihan sadar untuk memberdayakan para penghafal Al-Qur’an ini didasari beberapa kenyataan bahwa mereka memiliki potensi kekuatan atau kelebihan (strength) sekaligus memiliki kelemahan (weakness). Potensi kelebihan ini jika diarahkan dan dikelola melalui program pelatihan dan pendidikan yang terencana dengan baik dapat menjadi modal utama untuk menjawab kebutuhan umat dan tantangan yang mereka hadapi. Sementara itu, identifikasi terhadap beberapa kelemahan yang dimiliki para penghafal Al-Qur’an ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam memaksimalkan potensi kekuatan mereka.

Potensi kekuatan para penghafal Al-Qur’an ini antara lain, pertama, mereka yang rata-rata berusia 18 - 23 tahun ini umumnya memiliki tingkat kesalehan yang tinggi. Modal kesalehan ini sangat penting terutama jika disertai dengan modal kecerdasan dalam bingkai keilmuan. Kedua, para penghafal Al-Qur’an ini umumnya memiliki daya ingat yang sangat kuat. Potensi daya ingat ini sangat dibutuhkan bagi proses pendidikan dan pembelajaran berbagai macam ilmu-ilmu keislaman yang tidak saja mengandalkan olah nalar tetapi juga potensi daya ingat. Ketiga, dengan modal kesalehan yang mereka miliki, para penghafal Al-Qur’an ini sejatinya telah memiliki kesiapan untuk berjuang dengan penuh keikhlasan untuk kepentingan agama dan masyarakat mereka. Keempat, potensi kekuatan yang melekat pada diri para penghafal Al-Qur’an ini jarang kita temukan pada lulusan beberapa pendidikan formal lainnya di Indonesia.

Di samping memiliki kelebihan-kelebihan di atas para penghafal Al-Qur’an yang dihasilkan oleh pesantren-pesantren dan institusi para penghafal Al-Qur’an ini juga memiliki kelemahan-kelemahan. Pertama, pada umumnya kemampuan menghafal mereka masih bersifat tekstual. Mereka belum memiliki pemahaman yang dalam atas kandungan teks Al-Qur’an. Kedua, karena kurang memiliki pemahaman yang dalam terhadap kandungan teks Al-Qur’an, selama ini para penghafal Al-Qur’an yang sangat potensial ini hanya dimanfaatkan untuk acara-acara seremonial. Memang hal ini baik untuk syiar Islam tapi sangat disayangkan mengingat usia mereka yang relatif masih muda dan masih memungkinkan untuk dapat mendalami dan mempelajari kandungan teks Al-Qur’an untuk kepentingan keumatan yang lebih luas. Ketiga, karena umumnya mereka hanya belajar menghafal Al-Qur’an di pesantren-pesantren yang hanya khusus mengajarkan metode menghafal Al-Qur’an tanpa dibarengi dengan belajar ilmu-ilmu keislaman lainnya, maka mereka tidak memiliki orientasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah pendidikan menghafal Al-Qur’an. Keempat, umunya para penghafal Al-Qur’an ini berasal dari keluarga yang latar belakang sosial dan ekonominya yang kurang mampu sehingga mereka tidak mungkin menempuh pendidikan tinggi (high education) lanjutan pendidikan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit (high cost).

 Dengan melihat beberapa kelemahan dan kelebihan di atas perlu diupayakan sebuah lembaga pendidikan tinggi dengan biaya rendah (low cost) yang memungkinkan para para penghafal Al-Qur’an dapat mengenyam pendidikan lanjutan untuk mengembangkan potensi mereka sehingga dapat berperan aktif dalam proses pengembangan dan penerapan ilmu-ilmu keislaman ditengah kehidupan sosial yang terus berkembang. Untuk menjawab tantangan ini, Yayasan Pesantren Al-Hikam berupaya mengikhtiarkan berdirinya sebuah lembaga pendidikan tinggi Islam bernama Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam yang bertujuan  membina kader-kader muslim penghafal Al-Qur’an agar dapat mengembangkan potensi keilmuan mereka sehingga dapat berperan aktif tengah masyarakat.

Visi

Menjadi pusat kajian Al-Quran terdepan yang menjadi rujukan bagi studi-studi keislaman di Indonesia.

Misi

  1. Menyelenggarakan kajian Al-Qur’an berdasarkan wawasan interdisipliner.
  2. Menyelenggarakan penggalian kekayaan kandungan Al-Qur’an melalui penelitian yang berorientasi pada comparative analysis dan pilihan-pilihan analisis lainnya.
  3. Menyelenggarakan pendidikan sebagai pusat studi ilmu Al-Qur’an terkemuka di Indonesia.
  4. Melaksanakan pengembangan pengetahuan di bidang ilmu Al-Qur’an dan Tafsir melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara professional.
  5. Membimbing dan mengarahkan mahasiswa Prodi ilmu Al-Qur’an menjadi ahli ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang profesional, berkualitas dan responsif terhadap tantangan zaman.
  6. Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berorientasi pada pengembangan studi Al-Qur'an di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional.

Profil dan Prospek Lulusan

Tidak berbeda dengan perguruan tinggi lain, tujuan perencanaan Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam Depok meliputi:

  1. Menghasilkan tenaga-tenaga ahli Al-Qur’an yang terampil dan ilmiyah, cinta kepada nusa dan bangsa sekaligus merupakan insan yang spiritual, intelektual dan kultural yang senantiasa mendahulukan kepentingan umum.
  2. Peningkatan serta pembinaan Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran / pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  3. Pengembangan budaya yang bercorak agama di kampus Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam Depok sebagai bagian masyarakat yang lebih luas.
  4. Pengembangan kerjasama antara Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam Depok dengan perguruan tinggi lain maupun dengan lembaga-lembaga non perguruan tinggi.

Rekrutmen Mahasiswa

  1. Seleksi mahasiswa di lakukan melalui tes di masing-masing Provinsi. dari hasil tes ini dipilih dua orang mahasiswa dari seluruh Provinsi di pulau Jawa dan satu orang berasal dari provinsi-provinsi di luar Jawa.
  2. Rekrutmen santri dilakukan melalui lembaga Jami’atul Quro wal Huffadz atau melalui pengurus NU setempat.

Persyaratan Pendaftaran

  1. Hafal Al-Quran 30 juz
  2. Berijazah setingkat SLTA
  3. Memiliki kecakapan bahasa Arab dan bahasa Inggris
  4. Berusia antara 18-23 tahun

Struktur Kurikulum

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Tinggi Kuliyatul Qur’an Al-Hikam akan di tempuh selama lima tahun yang terbagi menjadi sepuluh semester. Mulai semester pertama sampai semester delapan mahasiswa di ajarkan beberapa mata kuliah yang relevan dengan kompetensi yang di harapkan. Kemudian di lanjutkan dengan pelaksanaan kuliah kerja nyata pada semester ke sembilan dan penulisan skripsi pada semester ke sepuluh.

  1. Kurikulum dan silabus
    Secara garis besar, kurikuklum Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam di bagi menjadi dua bagian yang merupakan satu kesatuan yang integral, yaitu intra kulikuler dan ekstra kuliluler.
  2. Intra Kulikuler
    Intra kulikuler adalah kegiatan yang dirancang sesuai dengan tujuan-tujuan instruksional. Kegiatan ini dihitung berdasarkan bobot dirosah yang bersangkutan, yaitu 2 eks mata dirosah dengan 100 menit tatap muka,100 menit tugas terstruktur, dan 100 menit tugas mandiri. Kegiatan ini menjadi tanggung jawab dosen pemangku dirosah, dibantu dangan asisten (jika ada).kegiatan intra kurikuler dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa aspek pengajaran yang bersifat demokratis dan kolegal.

Pendaftaran

Video

Gambar

Silahkan diShare

Komentar

comments

12 Comments


  1. prodinya masuk apa mas???
    Tarbiyah, Syari’ah atau yang lain???

    Reply

  2. Untuk akhawat ada ustad? Dan biayanya berapa

    Reply

  3. Jika ada yg mau.mendaftar dari umum usia sdh 30 tahun apa.masih bisa? Dan apakah hanya seorang hafidz yg boleh masuk?

    Reply

    1. Usia maksimal 25 Pak, dan syarat wajib harus hafal 30 Juz. terimakasih Pak

      Reply

  4. Untuk pendptaran STKQ kpan terakhir

    Reply

  5. Ust. Saya baru hafal12juz apa bisa

    Reply

    1. mohon maaf mas Huzair, kalau saat ini belum bisa. Mas Huzair bisa daftar lagi setelah hafal 30 Juz. terimakasih

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.