heri gunawan

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (9)

Oleh: Heri Gunawan “Doa adalah ikhtiar batiniah sedangkah ikhtiar adaLah doa lahiriah” KH. Hasyim Muzadi. Sorong, WALISONGOONLINE – Apabila hari minggu kemarin saya menghadiri acara khatmul Quran maka pada hari minggu ini, di Pesantren bersama masyarakat mangadakan pembacaan shalawat Al-Fatih. Acara tawassulan atau pembacaan shalawat ini dilakukan setiap minggu keliwon, yang mana minggu keliwon ini sebagaimana informasi yang saya dapatkan biasanya jatuh pada minggu kelima (minggu pertama setiap bulan). Minggu keliwon

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (8)

Oleh: Heri Gunawan Sorong, WALISONGOONLINE – Siapa saja yang dianugrahi Al-Quran bahkan sampai menghafalnya menganggap bahwa orang lain yang dianugrahi selain Al-Quran adalah lebih baik, itu kesalahan besar. (Al-Hadist). Memasyarakatkan Al-Quran sekaligus Mengal-Qurankan Masyarakat merupakan salah satu misi dari pengabdian masyarakat mahasiswa Al-Hikam selama satu tahun. Hal ini sesuai dengan spesifikasi atau bidang yang ditekuni semasa dibangku kulliyah yakni Ulumul Al-Quran dan Tafsir. Di samping itu sebelum masuk kulliyah, satu persyaratan

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (7)

Oleh: Heri Gunawan Tulisan atau bagian ini adalah lanjutan tulisan sebelumnya yang membahas tentang waktu beberapa hari kemarin. Waktu adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidup ini, bahkan mengalahkan segala-galanya. Sehingga apa apabila kita lalai dan lengah sedikit saja dalam mengatur dan memanfaatkannya maka kita akan menyesal dan merugi. Dengan kesadaran ini akan waktu ini, saya begitu juga dengan teman-teman lainnya yang tersebar ke seluruh pelosok Nusantara diberi kepercaayan (mandat)

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (6)

Oleh: Heri Gunawan “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Qs. Al-Asr [103]: 1-3). Setiap manusia oleh Allah diberikan waktu yang sama yakni dua puluh empat jam siang dan malamnya. Dengan anugrah waktu yang sama ini, manusia diberi kesempatan seluas-luasnya agar mengisi dan beraktivitas dengan ragam kesibukan masing-masing untuk