pancasila

Revolusi Mental Berbasis Pancasila Melalui Keluarga

Oleh: Dr Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D (Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Rata-rata masyarakat Indonesia bermental buruk. Setidaknya mereka mempunyai 12 sifat buruk antara lain; Munafik (hipokrit), enggan bertanggung jawab, berjiwa feudal, masih percaya takhayul, artistik, watak yang lemah, boros, lebih suka tidak bekerja keras, tukang menggerutu, cepat cemburu & dengki, sok, tukang tiru/plagiat (Mochtar Lubis: 1977). Perubahan mental rakyat Indonesia ini mutlak diperlukan. Demi membangun peradaban bangsa

KH Hasyim Muzadi: Pancasila Senjata Ampuh Bendung Terorisme

Jakarta-Mantan Ketua Umum PBNU Kiai Haji Hasyim Muzadi mengatakan, masyarakat Indonesia harus bisa membela negara dan bangsa dari ancaman terorisme. Bangsa ini punya senjata ampuh untuk memerangi terorisme yaitu Pancasila. “Pancasila adalah anugerah Allah SWT agar bangsa Indonesia bisa mengembangkan agama dalam konteks Pancasila, bukan agama Pancasila atau Pancasila yang berdasarkan agama. Pancasila itu adalah gerbang agar agama dan rasa cinta Tanah Air bisa berjalan harmonis di dalamnya,” kata KH

Ceramah KH.Hasyim Muzadi : Nilai Luhur Pancasila

Mei 2015 – Saya ingin mengungkap kenapa Pancasila menjadi dasar negara.  Banyak ulama-ulama kita dan pemimpin-pemimpin agama lain yang salah faham. Dikiranya Pancasila itu menggantikan agama, dikiranya agama itu harus berhadap-hadapan dengan Pancasila padahal tidak seperti itu. Pancasila bukan agama, agama juga bukan Pancasila, Pancasila tidak boleh diagamakan dan agama tidak boleh dianggap sama dengan Pancasila. Karena Pancasila adalah hasil penggalian dari budaya yang ada di Indoneisa dari agama-agama dan

Hasyim Muzadi : Islam Tidak Dipaksakan Sebagai Dasar Formal Negara

Pinmas (Manado) – Sikap moderat dan inklusif Islam tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Umat Islam di Indonesia sekalipun mayoritas, namun tidak pernah memaksakan Islam sebagai dasar formal Negara Indonesia. “Para founding fathers kita sejak awal menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural dari segi agama dan budaya, karena itu mereka tidak mengingkinkan Islam sebagai dasar formal negara Indonesia,” kata anggota Wantimpres KH. Ahmad Hasyim Muzadi saat memberikan materi di