Pesantren al-hikam depok

Di Al-Hikam Depok, Dubes Mesir Ajak Menyebarkan Islam Moderat

Depok,WALISONGOONLINE.COM-Dubes Mesir Ahmed Amr Ahmed Muawwad mengunjungi Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji. Di hadapan para mahasiswa Al-Hikam memberikan semangat agar belajar dengan sungguh-sungguh. Terlebih lagi, dalam mempelajari Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits harus dengan benar. “Saat ini kami sedang menghadapi kelompok dan pemikiran yang berbeda dengan ajaran Islam, ada yang berlebihan dan moderat. Islam adalah moderat,”jelasnya dalam Diskusi Moderasi Islam. Pesantren Al-Hikam, Beji baru-baru ini Menurutnya, saat ini Negara

MENABUNG PERBENDAHARAAN AKHIRAT

Depok, WALISONGOONLINE – Terbenamnya matahari di ufuk barat menjadi pertanda masuknya waktu azan Maghrib. Permulaan waktu Maghrib ini tidak ditemukan perbedaan pandangan dalam mazhab Syafii. Akan tetapi mengenai batas habis waktu Maghrib ada dua pendapat. Pertama, waktu Maghrib usai ketika hilangnya mega merah di langit. Ini adalah pendapat madzhab Syafii qadîm (lama). Sedangkan yang kedua berpandangan durasi Maghrib hanya sebatas waktu yang cukup untuk bersuci, berpakaian (baca: menutup aurat), mengumandangkan azan,

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (5)

Oleh: Heri Gunawan Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An-Nahl [16]: 125). Islam datang ke tengah-tengah masyarakat pada waktu itu, sebagai sebuah solusi dan menawarkan serta mengajak menusia menuju jalan keselamatan. Mengajak menusia untuk bertauhid dan mengenal sang pencipta-Nya. Sesuai dengan nama agama itu sendiri yakni Islam (Agama Keselamatan). Perlu diketahui, Islam tidak mungkin berkembang pesat bahkan eksis

Nestapa Rohingya: Antara Terorisme dan Luka Sejarah

Oleh: Zakiyal Fikri Muchammad Baru-baru ini, tepatnya 28 Agustus 2017 kemarin, peristiwa tak mengenakkan terjadi lagi. Kali ini masih dalam korban yang sama, yakni kaum muslimin Rohingya di Myanmar. Bagaimana tidak?. Sejak pekan lalu, orang-orang ‘malang ini’ terus mendapat tekanan dari pemerintah setempat khususnya oleh para tentara Myanmar baik secara fisik maupun psikis. Sebagaimana dilansir dari liputan6.com yang dikutip oleh kumparan.com, disebutkan bahwa Muslim Rohingya telah menjadi ‘korban’ keganasan tentara