prosakti

Makna Hijrah dalam Seuntai Pesan di tahun baru hijriah

Oleh: Nasril Albab M Natuna, WALISONGOONLINE – Hari ini, Rabu tanggal 20 September 2017  tepatnya tanggal 30 Dzulhijjah 1438 H dalam penanggalan islam menandakan akan datangnya tahun baru Hijriah. Bukan hal sederhana dan tanpa makna bagi mereka yang sadar akan datangnya Tahun Baru ini. Karena di dalamnya syarat dengan hikmah  dan pelajaran  berharga yang bisa dipetik dari kisah perjalanan Hijrah sang rasul bersama sahabat dan umat Muslim saat di Makkah

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (7)

Oleh: Heri Gunawan Tulisan atau bagian ini adalah lanjutan tulisan sebelumnya yang membahas tentang waktu beberapa hari kemarin. Waktu adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidup ini, bahkan mengalahkan segala-galanya. Sehingga apa apabila kita lalai dan lengah sedikit saja dalam mengatur dan memanfaatkannya maka kita akan menyesal dan merugi. Dengan kesadaran ini akan waktu ini, saya begitu juga dengan teman-teman lainnya yang tersebar ke seluruh pelosok Nusantara diberi kepercaayan (mandat)

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (6)

Oleh: Heri Gunawan “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Qs. Al-Asr [103]: 1-3). Setiap manusia oleh Allah diberikan waktu yang sama yakni dua puluh empat jam siang dan malamnya. Dengan anugrah waktu yang sama ini, manusia diberi kesempatan seluas-luasnya agar mengisi dan beraktivitas dengan ragam kesibukan masing-masing untuk

Catatan Pinggir Dari Pulau Cendrawasih (5)

Oleh: Heri Gunawan Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An-Nahl [16]: 125). Islam datang ke tengah-tengah masyarakat pada waktu itu, sebagai sebuah solusi dan menawarkan serta mengajak menusia menuju jalan keselamatan. Mengajak menusia untuk bertauhid dan mengenal sang pencipta-Nya. Sesuai dengan nama agama itu sendiri yakni Islam (Agama Keselamatan). Perlu diketahui, Islam tidak mungkin berkembang pesat bahkan eksis