Punya Modal Populasi Besar, Indonesia Diuntungkan di MEA


IMG_1593

DEPOK – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih menjelaskan dalam 20-30 tahun terakhir batas ekonomi tarif arus barang dihapus untuk meningkatkan arus perdagangan antar negara. Tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan.

 

“Batas ekonomi membuat arus barang keluar masuk saat ini ada batasnya. Di antaranya tarif. Ada barang dari luar negeri ke Indonesia ada batasannya, tarif 25 persen. Dulu kalau kita menolak ekonomi suatu negara barang tak mudah masuk dari LN ke Indonesia,” kata Sri di Pondok Pesantren Al Hikam milik Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi di Depok, Selasa (1/3/2016).

 

“Tetapi dalam 20-30 tahun terakhir, batas tadi dihilangkan tarif diturunkan. Atau tarifnya nol persen. Kapas, kedelai, kita masih impor,” tambah dia.

 

Menurutnya, Indonesia diuntungkan dengan jumlah populasi yang besar. Dia menjelaskan, jika ASEAN bersatu maka pasar akan semakin kuat.

 

“Jepang Tiongkok Taiwan manfaatkan perdagangan internasional ekspor meningkatkan kesejahteraannya. Populasi penduduk di ASEAN 600 juta. Kira-kira dua kali dari penduduk Indonesia. Berkumpul jadi satu di MEA, ingin manfaatkan pasar dan penduduk yang besar tingkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

 

Namun, dia menilai posisi perekonomian Indonesia berada di tengah negara ASEAN. Salah satunya terkait pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. “Di ASEAN, Indonesia berada di tengah-tengah. Pendapatan per kapita orang di Indonesia di tengah – tengah. Paling makmur Singapura, Malaysia, Thailand,” tandasnya.

Sumber: economy.okezone.com

Close