Wisuda STKQ Al-Hikam 2019, KH. Hasan Sahal : Kebenaran Tidak Butuh Menjadi Mayoritas

Walisongoonline.com – Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok mengadakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan IV tahun akademik 2019/2020 Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir yang berjumlah 19 mahasiswa pada Sabtu (28/9/2019) di Aula Masjid Al-Hikam Depok. Selain acara itu, STKQ Al-Hikam juga melaksanakan Pengukuhan Mahasiswa Baru Angkatan IX sebanyak 32 mahasiswa baru yang telah diumumkan lulus tes seleksi masuk akhir pekan lalu.

Sebagai Kepala Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, KH. Yusron Shidqi, Lc. M. Ag.  menyampaikan sambutan pembuka dengan ucapan selamat dan sukses kepada pada wisudawan angkatan IV dan selamat kepada para mahasiswa baru angkatan IX. Beliau mengungkapkan bahwa STKQ Al-Hikam memiliki perbedaan tersendiri daripada kampus-kampus lain, yaitu pengabdian mahasiswa selama satu tahun.

“Tidak cukup pengajaran atau pembelajaran melalui ajaran sebagaimana yang ada di kampus, tapi di Al-Hikam melebihi dari itu yaitu dengan mengirim para mahasiswa ke daerat Tertinggal, Terdepan dan Terluar ( 3T) di Indonesia untuk belajar dari pengalaman terjun di masyarakat, yang tempatnya relatif berkembang, masih seumur jagung dan bahkan baru dimulai dari nol.”

“Pendidikan yang luar biasa itu adalah pengabdian kepada masyarakat di mana dengan pengabdian itu dapat memberikan menfaat-manfaat kepada masyarakat.” Imbuhnya

Dalam hal ini Perwakilan Kopertais Jawa Barat menyampaikan bahwa STKQ Al-Hikam mampu mengembangkan kompetensi para mahasiswanya dan mampu bersaing dengan kampus –kampus lain karena memiliki distingsi (perbedaan) yang membuat istimewa daripada yang lain yaitu memiliki mahasiswa yang hafal al-Qur’an 30 juz dan itupun menjadi salah satu persyaratan masuk sekolah ini.

Pada acara wisuda yang ke-4 ini, STKQ al-Hikam menghadirkan KH. Hasan Abdullah Sahal yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor. Dalam orasi ilmiahnya beliau menyampaikan banyak hal, salah satunya adalah tentang Hikmah Kehidupan.

“Ikutilah kebenaran maka kamu akan menemukan orang-orang benar. Karena setiap orang tidak selamanya benar, suatu saat bisa jadi salah dan juga tidak bisa ditentukan dan dipastikan sampai kapan dia akan menjadi orang benar. Temukanlah kebenaran maka kamu akan menemukan orang-orang benar.” Papar KH. Hasan

“Kebenaran itu tidak pelu pembenaran, dukungan, pembelaan. Kita harus mempertahankan menjadi orang benar dan menerangkan kebenaran itu. Nyatakan dan pertahankan satu kebenaran meskipun di tengah-tengah sembilan puluh sembilan yang salah. Kebenaran itu tidak butuh menjadi mayoritas.” Tegasnya.

Dalam orasinya beliau juga berpesan kepada para wisudawan yang notabene santri hafidz 30 Juz untuk lebih memprioritaskan hafalannya dari apapun dan tetap menyetorkan hafalan kepada guru walau sudah hafal.

“Saya tidak ta’jub kalau kalian menjadi profesor doktor tapi hafalannya tidak terjaga. Tapi saya takjub jikalau kalian lebih memprioritaskan menjaga hafalan. Karena titel profesor doktor bukan jaminan masuk surga, tapi walaupun kalian tidak tampan tapi kalian orang yang menjaga hafalan al-Qur’an pasti kalian telah mendapatkan kunci daripada pintu surga.”

“Kamu walaupun sudah hafal harus tetap talaqqi (bertemu langsung dengan guru), setor hafalan kepada ‘alim/muqri/syaikh sehingga bacaan kamu benar-benar sesuai dengan sanad yang nyambung sampai Rasulullah saw. dan itu merupakan salah satu cara untuk menjaga ketsiqahan al-Qur’an.” Pungkas KH. Hasan Sahal. (ASH/Arul)

Close