Hari Ayah Internasional : Manusia Baja Yang Tak Biasa

Oleh : Edy Fahrudi
Mahasiswa STKQ Al-Hikam Depok

Image result for hari ayah nasional 2019
Sumber Foto : Tribunnews.com

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah
Keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski napasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Mungkin lirik lagu karya Ebit G Ade diatas sudah tidak asing lagi ditelinga kita, lagu yang bertemakan kerinduan seorang anak kepada sosok ayah yang dicintainya. Terbayang selalu sosok pria dengan segala perjuangan yang mungkin tidak akan hilang dibenaknya. Selain enak didengar, lirik lagu di atas memiliki pesan moral yang benar-benar harus kita renungkan demi menghargai jasa dan pengorbanan seorang ayah kepada anaknya.                                                                                                    

 Pertama, Ayah adalah sosok seorang yang tabah dalam segala hal. Apapun akan dilakukannya demi seorang anak. Seorang ayah akan selalu menampakkan senyuman manis meski  banyak beban yang sedang dihadapinya, karena seorang  Ayah tak ingin melihat anak-anaknya bersedih dan putus asa. Oleh karena itu, sebagai seorang anak hendaknya kita harus bisa menghargai dan menghormati perjuangannya dengan berbagai cara dan jangan sampai kita akhirnya membuatnya kecewa dan kesal . 

Kedua, Ayah adalah orang yang sudah mengerti dan memahami jalan kehidupan. Segala ujian dan cobaan yang kita rasakan saat ini, mereka lebih dahulu telah merasakannya. Akan tetapi, segala ujian dan cobaan yang mereka rasakan, belum tentu kita akan merasakannya. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita jangan pernah menyerah dan  jangan pernah mengeluh atas segala apa yang sedang dan akan kita hadapi, karena kita harus bisa membuat beliau bangga kepada kita serta bahagia dunia dan akhirat.

Dan yang terakhir, sayangilah ayah kita sebagaimana beliau menyayangi kita, jangan sampai kita menyakiti hati dan perasaannya, karena pasti akan banyak kerinduan dan penyesalan tatkala beliau sudah tiada, sementara kita belum berbuat apa-apa untuknya apalagi membuatnya bahagia dan sukacita.

Editor : Safarul Hidayat

Close