Hari Anti Kekerasan Terhadap Wanita : Manusia Berharga Bernama Wanita

Oleh : M. Lutfi
Mahasantri STKQ Al-Hikam Depok

Hasil gambar untuk hari anti kekerasan terhadap perempuan"
Sumber Foto : Gresnews

Lemah bukan berarti tak memiliki kedudukan
Dihargai dan dimuliakan adalah hak semua insan
Baik itu laki-laki maupun perempuan

Dihina bukan berarti tak mulia
Dipandang sebelah mata bukan berarti tak kuasa
Wanita begitu banyak memiliki jasa nan berharga

Kekerasan bukanlah jawaban ketidakpuasan
Tapi itulah yang seharusnya bisa dihindarkan
Jangan malah memperkeruh keadaan dan persoalan

Tak terlihat di depan bukan berarti tak punya peran
Keberadaannya memang tak harus dipertontonkan
Apalagi haknya yang harus dikorbankan

Hargailah wanita
Bukan hanya karena keinginan semata
Melainkan taat akan perintah Sang Pencipta

Wanita acapkali dipandang sebelah mata oleh kalangan pria hanya karena sebab ia diciptakan dengan fisik dan mental yang lebih lemah dari para pria yang pada akhirnya kita sering temui banyak terjadi pelecehan, tindak kriminal, dan kekerasan terhadap wanita, bahkan tak hanya sampai di situ, wanita yang sudah berumahtanggapun masih banyak yang mendapat perlakuan yang  tak layak dari suaminya sendiri (KDRT). Bukannya malah mendapatkan perlindungan dari seorang laki-laki yang sudah menjadi suaminya dan yang mempunya kewajiban untuk melindunginya, malah sang istri masih saja selalu menjadi objek perlakuan tidak patut dari para suami yang tak memiliki akal pikiran yang sehat dan tak mengerti akan syariat yang ditentukan.

Dari tahun ke tahun kekerasan terhadap wanita terus bertambah seperti tak berujung dan tak bisa ditemukan solusi yang memuaskan sehingga wanita tetap saja di pandang sebelah mata oleh para pria, seakan-akan pria memeliki hak yang lebih di atas wanita dan menghiraukan hak wanita terhadapnya. Kaum wanita diciptakan dengan kondisi lemah daripada kaum pria itu bukan untuk dijadikan bahan untuk melakukan tindakan yang tidak adil dan di luar norma kehidupan, namun  menjadi sebuah tugas bagi para pria untuk melindunginya, mendidiknya, dan memuliakannya.

Baru-baru ini, ada  berita tentang korban KDRT yg terjadi di kota Makassar, seorang suami yang tega memukuli istrinya dengan biadab hanya karena hal yang sepele seperti yang dilansir oleh Tribunnews[1], Entah berapa banyak lagi wanita yang menjadi korban kebuasan para pria yang tak bertanggungjawab yang tidak terjamah oleh berita media. Maka dari itu, perlu adanya langkah tegas dari pemerintah untuk menangani kasus-kasus seperti ini sehingga kasus-kasur kekerasan terhadap wanita tidak berkelanjutan dan memakan banyak korban.

Di samping itu, juga diperlukan adanya gerakan penyadaran terhadap masyarakat bahwa wanita juga memiliki hak yang sama seperti laki-laki dalam mendapatkan keadilan,ke amanan, dan perlakuan yang baik. 14 abad silam, Islam datang mengangkat harkat martabat wanita setinggi-tingginya yang mana sebelumnya wanita dipandang hina tak berharga oleh masyarakat jahiliah yang  jauh dari pengetahuan. Nabi Muhammad saw. adalah sosok pria yang sangat menghormati dan memuliakan wanita dalam hidupnya. Hal itu bisa dilihat dalam sejarah dan biografi kehidupan beliau,  beliau bersabda  bahwa ” sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan akulah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” Beliau juga bersabda bahwa “tidak akan memuliakan perempuan kecuali laki-laki yang mulia.” Dari sini kita bisa melihat betapa dimuliakannya seorang wanita dalam Islam dan  umat Islam diperintahkan untuk memuliakan wanita dan menjauhi tindakan-tindakan yang semena-mena terhadap wanita yang mana itu merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. 

Selamat Hari Anti Kekerasan Terhadap Wanita

Editor : Safarul Hidayat


[1] m.tribunnews.com/regional/2019/11/10/gara-gara-tak-dijemput-seorang-suami-di-makassar-pukuli-istri-pakai-gagang-sapu

Close