Penaklukan Damaskus pada Bulan Rabi’ul Akhir

Hasil gambar untuk ilustrasu penaklukan damaskus"
Sumber Foro : Republika.co.id

Oleh : Faisal Aidil Firdaus
Mahasantri STKQ Al-Hikam Depok

Rabi’ul Akhir adalah bulan yang mana banyak sekali di dalamnya terdapat keutamaan-keutamaan. Di balik  keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya, Rabi’ul Akhir juga disebut sebagai Bulan Peperangan, karena pada bulan Rabi’ul Akhir ini banyak terpendam atau  menyimpan peristiwa-peristiwa peperangan yang melibatkan umat Islam.

            Salah satunya adalah perang yang terjadi di Kota Damsyik (Damaskus) pada bulan Rabi’ul Akhir tahun 14 Hijriyah. Mungkin banyak dari kita, khususnya umat Islam belum mengetahui secara detail proses terjadinya Perang Damsyik yang berlangsung selama kurang lebih 70 hari lamanya.    Perang Damsyik atau Perang Damaskus ini terjadi pada masa kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq. Pada masa itu, Sayyidina Abu Bakar ashSiddiq memerintahkan pasukan Islam yang dipimpin oleh Khalid Bin Walid dan Ubaidah Bin Jarrah untuk menggempur kota Damaskus.

                     Perang Damsyik ini mempunyai runtutan perjuangan yang panjang. Dimulai dari pertempuran Mu’tah yang mana pasukan Islam yang kala itu berjumlah 300 pasukan melawan pasukan Romawi yang kala itu berjumlah 200.000 pasukan. Ditinjau dari segi banyaknya, pasukan Islam kala itu sangat jauh perbedaan jumlah pasukannya. Akan tetapi dengan kekuasaan Allah swt. dan karena umat islam yang pantang menyerah, Allah swt. memberikan kemenangan atas pertempuran tersebut. Dengan 20.000 pasukan romawi yang tewas dan umat Islam hanya 12 orang yang menjadi Syuhada di perang tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan Perang Yarmuk, umat Islam memiliki dari 25.000 pasukan menghancurkan pasukan Romawi yang jumlahnya 200.000 tanpa sisa.

Setelah kemenangan Mutlak dari Perang Yarmuk, lantas panglima Islam Khalid Bin Walid digantikan posisinya oleh Abu Ubaidah Bin Jarrah. Pergantian posisi panglima tertinggi Islam ini bukan tanpa alasan, pertama Khalifah Umar Bin Khattab melihat kefanatikan kaum muslimin kepada Khalid Bin Walid, Khalifah Umar Bin Khattab khawatir umat Islam lupa bahwa kemenangan meraka atas peristiwa-peristiwa yang terjadi adalah dari Allah swt. Kedua, Khalifah Umar Bin Khattab khawatir umat Islam akan terlalu menyanjung Khalid Bin Walid, untuk menghindari hal tersebut maka sang jendral yang tak terkalahkan itu, dengan lapang dada menerima keputusan tersebut.

            Setelah kekhalifahan dipegang oleh Umar Bin Khattab, beliau memberikan intruksi kepada Abu Ubaidah Bin Jarrah untuk membuka Kota Damaskus. Peperangan ini berlangsung dengan pasukan Islam yang berjumlah sekitar 25.000 pasukan. Pasukan tersebut adalah gabungan dari pasukan sisa Perang Yarmuk dan Perang Kocisia. Pada saat itu, garda terdepan dipimpin oleh Khalid Bin Walid, meskipun beliau bukan jenderal tertinggi lagi, tetapi Abu Ubaidah Bin Jarrah memercayakan garda terdepan tersebut kepada Khalid Bin Walid, sedangkan sayap kanan dipimpin oleh Abu Ubaidah Bin Jarrah sementara sayap kiri dikomandoi oleh shahabat Amru Bin Ash. Ketika pasukan Islam sampai di daerah fihil, daerah tersebut sudah dipenuhi oleh kubangan air dan lumpur dan tenyata semua itu adalah siasat pasukan romawi yang mengalihkan jalur sungai ke daerah kaum muslim. Hal tersebut dilakukan untuk mempersulit gerak kuda-kuda dan pasukan kaum muslim.

Pasukan romawi berjumlah 80.000 personil dengan bersenjatakan lengkap dan mereka juga bukan pasukan sisa perang, akan tetapi mereka adalah tenaga baru. Tidak seperti pasukan Islam, yang kala itu sebagian besarnya masih membawa luka dari sisa Pertempuran Yarmuk. Pada waktu itu, pasukan romawi dipimpin oleh komandan tertinggi merek, yaitu Singklank dan pada saat itu juga, pasukan romawi sengaja menunggu beberapa hari untuk melakukan penyerangan, mereka masih menunggu pasukan Islam lengah, kemudian setelah menunggu beberapa hari, akhirnya pasukan Romawi melakukan penyerangan pada malam hari dan mereka berharap pasukan Islam sedang tertidur dan lengah. Akan tetapi apa yang diharapkan pasukan Romawi tidaklah sesuai dengan apa yang dikehendaki mereka. Umat islam tidak lengah sedikitpun, mereka tetap waspada terhadap musuh yang akan menyerang secara tiba-tiba.

Pertempuran sengitpun terjadi, pertempuran itu berlangsung dari malam sampai pagi bahkan sampai malam lagi. Akhirnya pasukan Islam berhasil menjepit pasukan Romawi dan menggiring mereka menuju parit yang berisikan air dan lumpur yang dibuat oleh Romawi sendiri. Pasukan Romawi semuanya tewas terbunuh bahkan jenderal merakapun ikut terbunuh dalam medan pertempuran tersebut. Setelah kemenangan ini, umat Islam beristirahat beberapa hari untuk memulihkan tenaga mereka, setelah itu mereka bersiap menuju Damaskus untu menjebol tembok benteng Ibu Kota Syam tersebut. Pasukan Islampun bergerak menuju benteng Damaskus yang terkenal sangat kuat. Benteng tersebut memilki beberapa lapis pertahanan dengan tembok batu setinggi 6 meter serta di kelilingi parit yang sangat dalam dengan lebar kurang lebih 3 meter. Parit ini memiliki aliran air yang sangat deras serta ditutup 5 pintu gerbang yang sangat kuat.

Editor : Safarul Hidayat

Close