Pelatihan Kepenulisan Al-Hikam | Saatnya Santri Menulis

Media Center Al-Hikam menggelar Pelatihan Kepenulisan di Ruang Al-Hikam Qur’an Center (AQC) Lt. 3 dengan mengusung tema “Saatnya Santri Menulis” , Ahad (1/12/2019). Kegiatan ini diikuti oleh para santri Al-Hikam baik itu dari STKQ, PESMA DAN PESMI Al-Hikam Depok. Tim Jurnalis Al-Hikam yang merupakan panitia dalam acara ini juga turut berpartisipasi menjadi peserta dalam kegiatan pelatihan yang bekerja sama dengan PT. Inspirator Juara Indonesia.

Ust. Najib selaku Pembina Media Center Al-Hikam membuka kegiatan Pelatihan Kepenulisan ini dan mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang pertama yang diselenggarakan oleh Tim Jurnalis dari Organisasi Media Center Al-Hikam. Beliau memberikan dukungan penuh atas kegiatan pelatihan ini dan mengapresiasi Panita Pelaksana yang diketuai oleh santri PESMA Al-Hikam yaitu, Vira Kurniawan.

 “Saya sangat mendukung acara ini, semoga dengan diadakan acara ini, kawan-kawan bisa meningkatkan kemampuan menulisnya dan saya sangat mengapresiasi Tim Jurnalis (Panitia), karena acara ini adalah yang pertama dan merupakan terobosan baru dari Tim Jurnalis.” ungkap beliau dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari Teman Nulis Online Publishing, yaitu Fikri Kembar dan moderator Ka Jae. Fikri Kembar merupakan penulis buku yang juga menjadi mentor kepenulisan. Dalam pelatihan yang interaktif ini, beliau memaparkan banyak tentang wawasan kepenulisan, seperti mindset menulis, strategi menulis, formula menulis dan lain sebagainya. Di sisi lain, banyak ice breaking yang diberikan oleh moderator dan juga narasumber untuk mencairkan suasana dalam pelatihan ini.

Senada dengan hal tersebut,  beliau juga menyampaikan mengenai motivasi menulis kepada para peserta.

“Untuk menjadi penulis atau bisa menulis itu, bukan karena faktor keturunan, misalnya bapak kita adalah penulis .  Menulis itu kompetensi, bisa dilatih serta dikembangkan. Luangkanlah waktu untuk menulis, bukan mencari waktu luang.” Papar beliau dalam penyampaiannya.

“Menulis tanpa deadline itu omong kosong, wacana itu namanya. Untuk bisa menulis itu bertahap, berproses. Jangan menganggap tulisan kita buruk selama itu bukan hoax, ujaran kebencian atau tulisan yang menjauhkan dari agama. Menulislah, dengan menulis kita tidak akan dilupakan dan ditelan oleh sejarah.” Tambahnya.

Selain penyampaian teori, narasumber memberikan modul yang mana berfungsi untuk praktik menulis para peserta. Peserta dituntut untuk membuat karya tulis berupa cerpen yang akhirnya nanti akan dibuatkan buku antologi dan diterbitkan melalui Teman Nulis.

Acara pelatihan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini berakhir pada pukul 17.30 WIB dan dilanjutkan penyerahan pemenang hadiah serta penyerahan cenderamata kepada narasumber. Seusai acara tak lupa sesi foto bersama narasumber dan peserta di pelataran Masjid Al-Hikam Depok.

Pewarta : Safarul Hidayat

Close