Alumni STKQ Al-Hikam bisa lanjut S2 ke Luar Negeri

Artikel STKQ Al-Hikam

Apakah bisa alumni S1 STKQ Al-Hikam melanjutkan S2 ke luar negeri? Pasti pertanyaan ini pernah terlintas di benak semua mahasiswa dan mahasiswi STKQ. Lantas, apa jawabannya? Dengan artikel ini. Kita bisa menjawab dengan tegas, Bisa!!

Muhammad Zarqoli, alumni STKQ Al-Hikam angkatan 4 telah berhasil membuktikannya. Pria berpostur tinggi kelahiran 18 Oktober 1996 yang berasal dari Langsa Provinsi Aceh ini, sekarang sedang menempuh studi magister di Universitas Liga Arab di Mesir. Beliau belajar di jurusan Tahqiq Turos atau sering dikenal dengan Filologi.

Beliau berkisah, sebelum belajar di STKQ. Beliau belajar di MUQ Pagar Air Banda Aceh. Di sana beliau sukses menghafal Al-Qur’an 30 juz, juga sering berpartisipasi mengikuti berbagai event MHQ, baik tingkat provinsi Aceh maupun Nasional.

Awalnya, setelah lulus dari MUQ, Ustaz Zarqoli hendak melanjutkan studi ke Al-Azhar, Kairo. Beliau sangat termotivasi dengan ustaz-ustaznya yang lulus dari Al-Azhar. Keilmuan mereka sangat dalam dan luar biasa. Hal itu membuat semangat Ustaz Zarqoli begitu membara untuk melanjutkan studi ke Mesir.

Namun pada tahun 2013 dan 2014, kondisi politik di Mesir kurang stabil. Banyak sekali berita mengenai kerusuhan yang terjadi disana. Hal tersebut menggagalkan rencana awal beliau. Kedua orang tuanya melarang beliau ke Mesir karena faktor keamanan.

Akhirnya pada suatu kesempatan, Ustaz Zarqoli bertemu dengan Almarhum Ustaz Amin Husaeni (adik dari K.H. Muhaimin Zain, salah satu pendiri STKQ Al-Hikam Depok). Ustaz Amin merekomendasikan Ustaz Zarqoli untuk studi di STKQ Al-Hikam. Dan setelah istikharah serta silaturahmi ke para asatiz di Aceh, beliau memutuskan untuk belajar di STKQ Al-Hikam.

Beliau belajar di Al-Hikam dari tahun 2014 sampai 2019. 4 tahun studi di kampus dan 1 tahun pengabdian di Tual, Maluku Tenggara. Beliau sangat bersyukur bisa belajar di Al-Hikam. Selama di sini, banyak sekali hal yang didapatkan, terutama pengalaman pengabdian di Tual. Menurut beliau, program prosakti adalah program pendidikan terbaik STKQ Al-Hikam yang harus dipertahankan. Karena program inilah yang membedakan STKQ dengan universitas lainnya.

Ada dua hal yang paling disukai beliau selama di Al-Hikam. Pertama adalah murojaahnya. Dan yang kedua, olahraga. Selama di Al-Hikam beliau juga rajin belajar, baik sendiri maupun berkelompok. Selain itu, beliau juga suka dengan pelajaran bahasa, baik Arab maupun Inggris.

Sebenarnya, selama di Al-Hikam. Keinginan untuk belajar di Mesir masih tetap ada. Namun, beliau lebih memilih istiqamah di Al-Hikam. Dan akhirnya ketika lulus dari Al-Hikam. Beliau kembali berusaha untuk mewujudkan mimpi lamanya tersebut.

Dan alhamdulillah, pada bulan November tahun 2020. Ustaz Zarqoli berangkat ke Mesir untuk melanjutkan studi magister di Universitas Liga Arab.

Hebatnya, studi beliau semuanya ditanggung oleh beasiswa yang didapatkan dari beasiswa BPSDM Provinsi Aceh. Beliau lolos program beasiswa ini melalui jalur Tahfiz bersama 19 orang lainnya se-provinsi Aceh.

Proses mendapatkan beasiswa ini tidak berbeda jauh dengan beasiswa lainnya. Dimulai dengan seleksi berkas, lalu potensi akademik dan terakhir adalah seleksi wawancara. Namun, beliau menekankan bahwa di antara hal terpenting yaitu nilai minimal IPK terakhir S1 adalah 3,3 dan 500 untuk nilai minimal dari TOAFL (untuk yang ke Timur Tengah) atau TOEFL.

Beliau memberikan tiga pesan kepada semua Mahasantri STKQ Al-Hikam yang masih aktif, terutama yang berminat untuk mengikuti jejak beliau untuk belajar di Timur Tengah.

Pertama, dalami bahasa. Kalau ke negara Arab, perkuat bahasa arabnya. Kalau ke selain Arab, perkuat bahasa Inggrisnya. Syukur-syukur kalau bisa dua-duanya. Pesan selanjutnya, selama di Al-Hikam harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar dan segala hal yang bermanfaat untuk masa depan. Karena ilmu di Al-Hikam juga tidak berbeda jauh dengan ilmu di Mesir, semuanya saling melengkapi. Dan terakhir, dan ini yang paling penting, teruslah murajaah, lancarkan hafalan. Karena, Allah sendiri yang menjamin bahwa siapa pun yang menjaga kalam-Nya akan dijaga oleh Allah, baik di dunia maupun akhirat. Di dunia dengan dimudahkan segala urusannya, dan di akhirat dengan surga-Nya. Semoga kita semua termasuk hamilul Qur’an yang mendapat syafaat Qur’an di hari kiamat. Amin

Oleh Ustaz Ahmad Misbakhul Ula, Lc.

Berbagi :
Muhammad Izharuddin
Mahasantri STKQ Al-Hikam