Hari Sosial 2019

Artikel Nasional
Berbagi Artikel

Oleh Daffa Dewa
Mahasantri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok

Memahami arti sosial dapat dengan mudah didapatkan dengan mengetahui arti dari sistem sosial. Sistem sosial dapat dipahami sebagai suatu sistem atau pemulaan dari hubungan-hubungan sosial yang terdapat dan berkembang dalam masyarakat tertentu, sebagai wahana fungsional dalam masyarakat tersebut.[1]  Dari definisi tersebut dapat dinyatakan bahwa sistem sosial menjadi wadah bagi terjadinya interaksi yang muncul di masyarakat. Maka sosial merupakan kata yang menggambarkan segala hubungan yang terjadi antarindividu, individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Seiring dengan perkembangan zaman, cara berhubungan sosial dalam masyarakatpun ikut menyesuaikan. Saat ini dunia sedang memasuki era revolusi industri yang ke-4. Kanselir Jerman, Angela Merkel (2014) berpendapat bahwa Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional.[2]  Transformasi ini tentu membuat interaksi sosial yang ada dalam masyarakat menjadi mudah dan cepat. Lewat perkembangan teknologi ini, batas-batas antarnegara bisa dihilangkan, sehingga dua orang yang berada di dua tempat yang jauh pun bisa berinteraksi melalui handphone masing-masing.

Jika dahulu interaksi yang dibangun lewat handphone adalah melalui panggilan telepon, maka sekarang sudah bisa tersambungkan melalui internet yang ditopang perkembangan teknologi yang pesat. Melalui internet, setiap orang bisa berinteraksi dengan banyak orang. Hal ini tentu merupakan dampak positif dari kemajuan teknologi saat ini. Seorang ibu bisa memuaskan rasa rindu dengan anaknya melalui interaksi di media sosial. Seorang remaja bisa membeli barang yang ingin dibelinya melalui interaksi dengan penjual secara online. Ada banyak contoh lain yang menggambarkan kemudahan adanya internet sebagai hasil dari kemajuan teknologi ini.

Di balik kebaikannya, ada sedikit catatan terkait internet. Catatan ini berasal dari sebuah pernyataan yang menarik tentang fenomena internet saat ini. Internet mampu mendekatkan yang jauh, tetapi juga   mampu menjauhkan yang dekat. Dari pernyataan itu, yang perlu menjadi catatan adalah internet mampu menjauhkan yang dekat. Tim peneliti dari Carnegie Mellon University (Kraut et al, 2001:464) menemukan bahwa pemakaian internet yang lebih tinggi berkaitan dengan berkurangnya hubungan dengan anggota keluarga, menurunnya hubungan sosial di luar keluarga dan meningkatnya depresi dan rasa kesepian.[3]

Setidaknya ada tiga faktor yang membedakan media komunikasi berbasis internet dengan media komunikasi lain, yaitu : 1. Menggunakan text based nature saat berinteraksi yang menjadikan kehadiran fisik menjadi kurang penting serta membuat individu tidak mempertimbangkan physical appearance saat interaksi langsung. 2. Faktor jarak tidak menjadi penghalang untuk berinteraksi sehingga media ini mampu mengumpulkan orang-orang dengan kepentingan yang sama walaupun berada di lokasi yang berjauhan dan tidak sama. 3. Individu mempunyai kontrol atas waktu dan tempat saat interaksi dilakukan sehingga batasan melakukan pekerjaan di manapun menjadi samar.

Fenomena tersebut tentulah akan menurunkan rasa empati, kepekaan, kehangatan, serta kepedulian kepada sekitar. Jika sudah terjadi seperti itu, akan terbentuk suatu masyarakat yang individualis yang mana tidak mencerminkan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kerharmonisan dan gotong royong. Bagaimanapun pesatnya kemajuan teknologi, seharusnya setiap orang tidak mengurangi social presence-nya dengan orang-orang yang berada di dekat mereka.

Interaksi secara langsung memiliki emosi yang berbeda dibanding interaksi melalui internet. Emosi yang dihadirkan dalam interaksi langsung jauh lebih terasa dibanding interaksi tidak langsung. Hal itu disebabkan adanya bahasa nonverbal, seperti nada suara, raut wajah, intonasi, jarak, ataupun sentuhan yang bisa dirasakan secara langsung dan nyata dibanding interaksi melalui internet.

Di hari sosial ini, penulis ingin menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dan internet tidak boleh membuat hubungan sosial dengan orang-orang yang ada di sekitar menjadi renggang. Penggunaan internet memang sangat membantu dalam berinteraksi dengan orang-orang yang berada di tempat yang jauh, tetapi membangun hubungan langsung dengan orang-orang di sekitar juga sangat diperlukan. Sistem sosial masyarakat perlu terbentuk dalam ikatan emosi yang kuat dan nyata, bukan ikatan yang renggang akibat ketiadaan hubungan sosial nyata di dalamnya. Jika ikatan sudah kuat, negara akan kuat pula. Ayo, sudahi dunia mayanya ! Saatnya tertawa bersama di dunia nyata. Selamat Hari Sosial Indonesia.


[1] Kistanto, Nurdien H. 2006. Sistem Sosial-Budaya di Indonesia. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/download/13221/10006, diakses pada 17 Desember 2019 pukul 23.33
[2] Prasetyo, Hoedi dan Wahyudi Sutopo. 2018. Industri 4.0: Telaah Klasifikasi Aspek dan Arah Perkembangan Riset. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/viewFile/18369/12865, diakses pada 17 Desember 2019 pukul 23.51
[3] Norhabiba, Fitri dan Sukma Ari Ragil Putri. 2018. Hubungan Intensitas Akses Media Baru dan Kualitas Interaksi Lingkungan Sekitar pada Mahasiswa Untag Surabaya. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi/article/download/20689/14032, diakses pada 18 Desember 2019 pukul 01.00


Berbagi Artikel