Haul ke-3 KH. A. Hasyim Muzadi | Gus Baha : Hidayah Itu Wilayahnya Hanya Milik Allah Swt.

Berita
Berbagi :

Walisongoonline.com, Depok | Lantunan shalawat mulai terdengar, para jamaah mulai memadati Selasar Masjid Al-Hikam Depok dan Peringatan Haul yang ke-3 Almaghfurlah KH. Ahmad Hasyim Muzadi-pun segera dimulai. Hadirin bersama-sama memanjatkan doa untuk Almaghfurlah KH. Ahmad Hasyim Muzadi yang diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil yang dipimpin Ust. Adib Minanul Chalik, M. Ag. dan Sdr. Hamdi dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ust. Khumaeni, S.Ag. (Sabtu, 15/03/2020)

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus corona, Panitia memberikan hand sanitizer dan masker kepada para jamaah serta melakukan check suhu tubuh sebelum memasuki ruangan acara. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan yang merupakan salah satu program dari Pusat Layanan Kesehatan Al-Hikam Depok.

Sebelum beranjak ke sesi inti yaitu pengajian, ada beberapa sambutan yang disampaikan oleh KH. M. Yusron Shidqi, Lc. M.Ag. selaku Kepala Pesantren Al-Hikam dan Syaikh as-Samman al-Hasanain selaku perwakilan dari Universitas Al-Azhar Mesir.

Gus Yusron menyampaikan terima kasih dan permohonan maafnya kepada hadirin serta meminta didoakan agar keluarga besar yang telah ditinggalkan oleh KH. A. Hasyim Muzadi bisa diberikan kerukunan dalam meneruskan perjuangan-perjuangan beliau.

Tidak lupa juga Syaikh Samman yang mengungkapkan dalam sambutannya bahwa dengan diadakannya acara haul ini bisa menjadikan sarana bagi kita untuk mengingat orang-orang shalih, sebab dengan wasilah itu kita bisa mendapatkan rahmat yang diturunkan oleh Allah Swt.

Pada peringatan haul kali ini, Al-Hikam Depok menghadirkan KH. Bahauddin Nur Salim atau akrab dipanggil Gus Baha untuk memberikan kajian kitab kuning kepada para jamaah.

“Untuk menumbuhkan kembali sebagaimana kita lihat di ceramah-ceramah Gus Baha, beliau ingin mengembalikan fitrah pesantren yaitu kembali mengaji kitab kuning, memaknai lafadz demi lafadz, mengharakati huruf demi huruf karena dengan cara seperti itu, selain kita mendapatkan ilmu juga kita mendapatkan tradisi ilmiahnya.” Tutur Gus Yusron kepada hadirin.

Gus Baha menziarahi maqbarah KH. A. Hasyim Muzadi sebelum acara

Selepas itu, memasuki acara puncak yakni “Ngaji Bareng Gus Baha” yang akan membahas kitab Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah al-Sakandari pada bagian hikmah ke- 49 dan 50. Gus Baha mengawali pengajian dengan tawassul dan membacakan hikmah dengan memaknai perkata dengan bahasa jawa lalu dilanjutkan dengan penjelasan-penjelasannya.

“Besarnya dosa tidak akan menjadi besar karena ampunan Allah Swt. jauh lebih besar, dan dosa kecil tidak menjadi kecil karena yang dilanggar adalah perintah Allah Swt.”. Paling besarnya dosa tidak akan sebanding atau melebihi dengan besarnya rahmat dan ampunan Allah Swt. Jangan melihat kecilnya dosa tapi lihatlah kepada siapa kamu melanggar atau kepada siapa kamu berbuat durhaka (yaitu Allah Swt.) Papar Gus Baha menjelaskan hikmah ke-49.

Gus Baha dalam memberikan penjelasan-penjelasan kepada jamaah tidak lupa menyisipkan humor-humor cerdas dan menyampaikan dengan logat jawanya yang khas. Beliau menjelaskan dengan detail dan memberikan penjelasan-penjelasan yang mudah dicerna.

“Seshalih apapun anda, jangan pernah membuat syarat atau aturan baru dalam beribadah, seperti membuat syarat agar mendapat hidayah atau doa yang mustajab, karena Allah Swt. tidak terikat dengan syarat apapun dalam memberikan hidayah atau mengijabah doa. Ingat dan pahamilah bahwa Allah-lah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Melakukan sesuai dengan apa yang Ia Kehendaki” Jelas Gus Baha kepada hadirin.

“Hidayah itu wilayahnya milik Allah Swt., jangan pernah mensyarati untuk bisa mendapatkan hidayah atau agar doa bisa mustajab, misalnya dengan shalat 2 rakaat. Makanya banyak orang kafir yang mendapatkan hidayah, padahal mereka tidak meminta atau melakukan syarat-syarat itu. Sayyidina Umar yang tidak pernah berdoa minta hidayah tapi malah mendapat hidayah dari Allah Swt.. Ingatlah, Allah Swt. tidak pernah dan tidak bisa diatur oleh apapun.” Tambah Gus Baha.

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Muhaimin Zain selaku Guru Besar STKQ Al-Hikam dan sahabat karib Abah Hasyim. Setelah itu, Gus Baha bersama para kyai dan tokoh menuju kediaman Kepala Pesantren untuk ramah tamah dan hadirin mulai meninggalkan ruangan acara dengan tertib diiringi dengan shalawat oleh Tim Hadrah Al-Hasyimiyah.

Pewarta : Nuzulul Ilma
Editor : Safarul Hidayat
Fotografer : Hanif Ammar


Berbagi :