Kajian Hadist

Berita

Kajian Kitab Shahih Muslim, bersama kiyai Marwazi, murid dari Syekh Yasin Al Fadani di masjid Alhikam Depok, Senin 28 September 2020/11 Safar 1442.

صحيح مسلم | كِتَابٌ : الْإِيمَانُ | بَابٌ : أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً فِيهَا

الجزء رقم :1، الصفحة رقم:120
189 ( 312 ) حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَشْعَثِيُّ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنْ مُطَرِّفٍ ، وَابْنِ أَبْجَرَ ، عَنِ الشَّعْبِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ رِوَايَةً إِنْ شَاءَ اللَّهُ ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، حَدَّثَنَا مُطَرِّفُ بْنُ طَرِيفٍ ، وَعَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ سَعِيدٍ ، سَمِعَا الشَّعْبِيَّ يُخْبِرُ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ ، قَالَ : سَمِعْتُهُ عَلَى الْمِنْبَرِ يَرْفَعُهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ : وَحَدَّثَنِي بِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ ، وَاللَّفْظُ لَهُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، حَدَّثَنَا مُطَرِّفٌ ، وَابْنُ أَبْجَرَ ، سَمِعَا الشَّعْبِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ يُخْبِرُ بِهِ النَّاسَ عَلَى الْمِنْبَرِ. قَالَ سُفْيَانُ : رَفَعَهُ أَحَدُهُمَا، أُرَاهُ ابْنَ أَبْجَرَ، قَالَ : ” سَأَلَ مُوسَى رَبَّهُ مَا أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : هُوَ رَجُلٌ يَجِيءُ بَعْدَمَا أُدْخِلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، فَيُقَالُ لَهُ : ادْخُلِ الْجَنَّةَ، فَيَقُولُ : أَيْ رَبِّ، كَيْفَ، وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ، وَأَخَذُوا أَخَذَاتِهِمْ ؟ فَيُقَالُ لَهُ : أَتَرْضَى أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا ؟ فَيَقُولُ : رَضِيتُ رَبِّ. فَيَقُولُ : لَكَ ذَلِكَ، وَمِثْلُهُ، وَمِثْلُهُ، وَمِثْلُهُ، وَمِثْلُهُ. فَقَالَ فِي الْخَامِسَةِ : رَضِيتُ رَبِّ. فَيَقُولُ : هَذَا لَكَ وَعَشَرَةُ أَمْثَالِهِ، وَلَكَ مَا اشْتَهَتْ نَفْسُكَ، وَلَذَّتْ عَيْنُكَ. فَيَقُولُ : رَضِيتُ رَبِّ. قَالَ : رَبِّ فَأَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : أُولَئِكَ الَّذِينَ أَرَدْتُ، غَرَسْتُ كَرَامَتَهُمْ بِيَدِي، وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ، وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ “. قَالَ : وَمِصْدَاقُهُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ : { فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ }. الْآيَةَ.

Hadist Shahih Muslim Juz 1, hal 120
Kitab: Iman
Bab: Kedudukan Paling Rendah Ahli surga

Telah menceritakan kepda kami Sa’id Bin Umar Al asya’sti, telah menceritakan kepda kami Sufyan BIn Uyainah, dari Mutharrif, dan Ibni Abjar, dari Sya’bi: Dia berkata: Aku mendengar sebuah riwayat Mughirah Bin Syu’bah Insyaallah (perawi ragu, ada riwayat lain) dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Mutharrif Bin Tharif, dan Abdul Malik Bin Sa’id, mereka berdua mendengar Sya’bi bercerita, dari Mughirah Bin Syu’bah, ia (Sya’bi) berkata: aku mendengarnya (Mughirah) di atas mimbar memarfu’kan (menyambungkan) hadist kepada nabi Saw. Sampai akhir sanad ……..

Isi Hadist:
Nabi Musa As, bertanya kepada Tuhannya, seperti apa kedudukan paling rendah ahli surga?
Allah berfirman: Ialah seseorang yang datang setelah penduduk surga sudah dimasukkan semua ke dalam surga.
Maka dikatakan kepadanya: Masukan dia ke dalam surga?
Orang tersebut berkata: Ya Rab, bagaimana bisa? Sedangkan manusia sudah menempati tempatnya dan telah mengambil bagiannya?
Maka dikatakan kepadanya: Apakah kamu rela jika kamu diberi sebuah kerajaan seperti kerajaan raja-raja di dunia?
Orang tersebut menjawab: Aku rela ya Rab.
Maka Allah berfirman: Kerajaan tersebut bagimu, dan yang sepertinya, dan yang sepertinya, dan yang sepertinya, dan yang sepertinya.
Laki-laki tersebut menjawab, pada yang kelima: aku rela ya Rab.
Allah berfirman: Itu bagimu dan sepuluh kali lipat-nya, dan bagimu apa yang kamu inginkan, dan yang menyenangkan matamu.
Orang tersebut menjawab: Aku ridho ya Rab.

Nabi Musa bertanya lagi: Bagaimana kedudukan yang paling tinggi ya Rab?
Allah berfirman: Mereka adalah orang-orang yang aku pilih ( aku sukai), aku tancapkan kemuliaan mereka dengan tanganku, dan aku telah stempel (tetapkan) kemuliaan tersebut. Tidak ada mata yang bisa melihat, tidak ada telinga yang bisa mendengar, dan tidak ada hati yang bisa membayangkan.

Mughirah berkata, pembenaran atas Hadist ini adalah ayat

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ الاية
(As Sajdah:17) : “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang” penggalan ayat.

Terjemahan ini merupakan terjemah singkat dari kandungan Hadits di atas. Kurang lebihnya mohon maaf.

Jika ada kritik dan saran, silahkan sampaikan di kolom komentar.