Peresmian Zawiyah Al-Hikam

Berita

Pesantren Mahasiswa Al-Hikam melaksanakan peresmian Zawiyah Al-Hikam yang berlokasi di jalan Juragan Sinda II Kelurah Kukusan, Beji, Depok. Zawiyah Al-Hikam merupakan tempat yang dibentuk oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan menyadari kebersamaan dengan-Nya. Zawiyah Al-Hikam diresmikan pada Rabu malam (11/12/2019).

Peresmian  Zawiyah Al-Hikam dilakukan oleh Ust. Hilmi ash-Shiddiqi al-‘Araqy selaku pembina Zawiyah Al-Hikam dan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya adalah Khatmil Qur’an. Semua warga Al-Hikam, baik PESMA, PESMI, STKQ, serta para ustadz menghadiri acara peresmian ini yang bertempat di eks-Asrama Pesantren Mahasiswi Pesmi Al-Hikam.

Zawiyah Al-Hikam terbuka untuk berbagai tariqah. Hal ini sebagai bentuk toleransi antar tariqah agar tidak ada lagi sekat antar tariqah yang ada di Indonesia, khususnya daerah Kota Depok. Harapannya Zawiyah dapat menjadi wadah bagi semua umat untuk senantiasa tawadhu’ dan mendekatjan diri kepada Allah SWT.  K.H. Yusron Shidqi, Lc., M. Ag. selaku Kepala Pesantren mengungkapkan bahwa  Zawiyah Al-Hikam merupakan tempat untuk belajar memahami, menghayati, dan mengamalkan ayat suci agama Islam, yakni Alquran.

“Santri adalah orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah Swt. sehingga barang siapa yang diinginkan kebaikan, maka Allah Swt. akan mendekat dan mempermudah untuk mempelajari ilmu agama. Jangan sampai kita kaya ilmu tapi miskin hati. Maka dia akan hidup seperti jasad yang hidup tak punya arah.” Tutur beliau dalam sambutannya.

Beliau juga menyampaikan beberapa manfaat dari adanya  Zawiyah ini yaitu untuk bisa khalwah atau memendam diri dan juga untuk menghilangkan sekat-sekat para pengikut thariqoh. Oleh karena itu, Zawiyah  terbuka untuk thariqah manapun.

“Menancap ke dalam sebelum menjulang ke langit. Sesuatu itu sebaikanya dipendam terlebih dahulu, karena sesuatu yang tidak dipendam, akarnya akan tidak kuat dan akan mudah roboh.” Tambah Ust. Yusron menyampaikan sambutan.

Seluruh warga Al-Hikam yang hadir senantiasa khusyu’ dalam setiap rangkaian peresmian  Zawiyah Al-Hikam. Rangkaian acara telah terlaksana dengan baik, dimulai dari pembukaan, Khatmil Qur’an, dan dzikir bersama. Selain itu, Ust. Hilmi ash-Shiddiqi al-‘Araqy mengungkapkan bahwa  Zawiyah Al-Hikam terselenggara untuk mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah Saw. sebagai wujud dari bertaqarrub kepada Allah SWT.”

“Allah akan selalu bersama kalian dalam keadaan apapun, sayangnya kita yang terkadang tidak menyadari dan abai terhadap penglihatan Allah Swt. Manfaat kita menyadari Allah Swt. bersama kita adalah menjernihkan pikiran, mensucikan hati, dan mensucikan jiwa.” Terang Ust. Hilmi

Zawiyah Al-Hikam sebagai wadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. mempunyai beberapa ketentuan saat melakukan ibadah di sana, antara lain: selalu mempunyai wudhu, tidak boleh membawa handphone, Membaca Alquran (untuk santri STKQ sehari 10 juz), membaca shalawat 300/hari serta melakukan shalat tahajud di malam hari dan dilanjutkan dengan membaca istighfar.

Warga Al-Hikam yang datang mengungkapkan bahwa Pembukaan Zawiyah sangat menggambarkan kondisi Zawiyah dikemudian hari. Zawiyah akan menjadi suatu wadah yang sangat bermanfaat bagi semua warga Al-Hikam dan masyarakat sekitar yang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Pewarta : Khadijah
Editor : Safarul Hidayat

Berbagi :