SEMINAR NASIONAL ALQURAN | KH. DEDEN : Alquran Tak Butuh Otak Cerdas Melainkan Hati Yang Setia

Seminar

Walisongoonline.com, Depok | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKQ Al-Hikam menggelar Seminar Nasional Alquran yang bertempat di Selasar Masjid Al- Hikam dengan mengusung tema “ Menjaga Komitmen Bersama Al-Qur’an Di Era Digital“ Kamis (12/12/2019). Kegiatan ini diikuti oleh para santri Al-Hikam Depok baik itu dari STKQ, PESMA, PESMI dan para mahasiswa kampus-kampus lain serta masyarakat sekitar.

Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Panitia menyampaikan sambutannya dan berharap semoga acara seminar ini, para peserta yang hadir bisa mendapatkan keberkahan dari Alquran. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua BEM STKQ, yaitu Ahmad Siddiq. Ia berharap semoga dengan diadakannya seminar ini bisa terlaksanakan komitmen untuk menjaga Alquran sesuai dengan tema yang diangkat.

Sambutan dari Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam diwakilkan oleh Ust. Arif Rahman S.Ag. Beliau menuturkan bahwa saat ini Alquran menjadi salah satu primadona yang diadopsi oleh banyak institusi baik sekolah maupun lembaga lainnya, tetapi tidak semua yang ada label Alquran itu bisa mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran. Beliau memberikan sebuah contoh ayat yang menjelaskan bahwa shalat merupakan ibadah yang ditentukan waktunya.

“Artinya apa ? Kita harus disiplin. Tapi pada kenyataannya, antara kita mendengar ponsel berdering dan adzan masjid, kita lebih cepat mengambil ponsel daripada langsung shalat ke masjid. Kedua, ketika kita ketinggalan mushaf Alquran atau ponsel, kita lebih cepat dan peka kalau kita ketinggalan ponsel daripada ketinggalan mushaf, kita lebih rela putar balik untuk ponsel daripada Alquran.” Lanjut beliau meneruskan sambutannya.

Kegiatan seminar ini menghadirkan narasumber yang merupakan Founder Indonesia Murajaah, yaitu KH. Deden Muhammad Makhyarudin, M.A dan dimoderatori oleh Ust. Nasril Albab Muhammad yang merupakan Ustadz Pesantren Mahasiswa Al-Hikam. Moderator membuka acara seminar ini dengan mengutip perkataan salah satu Pemikir Islam, yaitu Muhammad Abduh.

“Di sini (Perancis),  aku tidak mendapatkan(melihat) orang-orang muslim, tapi di sini aku mendapatkan Islam. Sebaliknya, ketika aku di mesir, aku banyak berjumpa muslim tapi aku tidak mendapatkan Islam di sana. Maksudnya adalah nilai-nilai Islam lebih diterapkan di negara non-muslim daripada di negara yang pendudukanya mayoritas muslim.” Jelas Ust. Nasril membuka seminar.

Senada dengan hal itu, KH. Deden membuka pemaparannya dengan mengutip dari syarah kitab al-Muwaththa’ Imam Malik karya al-Baji tentang ciri-ciri zaman di mana orang-orang berkomitmen dengan Alquran.

“Ciri-ciri zaman yang komitmen bersama Alquran itu adalah seperti yang disebutkan Ibnu Mas’ud yaitu sedikit orang yang meminta-minta dan banyak yang memberi, memanjangkan shalat (Jum’at) dan memendekkan khutbahnya, mendahulukan mengamalkan ilmu sebelum disampaikan (dakwah). Itu semua akan tercapai jika orang-orang yang hafal Alquran, juga memahami dan mengamalkan isi (perintah,nilai dan sebagainya) yang terkandung dalam Alquran.” Terang KH. Deden

Dalam pemaparannya, beliau juga menyampaikan tentang bagaimana cara agar hafalan Alquran tidak mudah lupa dan menganalogikan berkomitmen menjaga Alquran dengan pernikahan, bahwa kita harus berkomitmen layaknya sepasang suami istri.

“Cara agar tidak mudah lupa adalah hafalan harus kuat, supaya kuat maka harus sering murajaah. Frekuensi kita murajaah itu menentukan kita akan lupa atau tidak terhadap hafalan kita. Alquran tidak membutuhkan otak cerdas, tetapi butuh hati yang setia kepadanya, salah satunya untuk terus murajaah.” Ungkap KH. Deden kepada peserta.

“Menghafal Alquran itu tidak perlu diperintah, karena itu merupakan sebuah fitrah. Jangan tanyakan mengapa kita sering lupa, tapi tanyakanlah sejauh mana kita berkomitmen untuk terus murajaah ?” Pungkasnya.

Acara seminar ini juga diisi dengan sesi tanya-jawab. Setelah itu penyerahan cenderamata oleh Ketua Panitia kepada Narasumber dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Suladi. Seusai acara, para peserta bersalaman dengan narasumber dan moderator serta melakukan foto bersama.

Pewarta : Faisal Aidil Firdaus
Editor : Safarul Hidayat

Berbagi :