Institut Hasyim Muzadi

Webinar Nasional : Penguatan Demokrasi dan Moderasi Beragama di Indonesia

Berita

Resume oleh : Nuzulul Ilma
Mahasantri Pesantren Mahasiswi Al-Hikam Depok


Sabtu, 28 November 2020 dalam satu kesempatan Webinar Nasional yang diadakan oleh Institut Hasyim Muzadi (IHM), Khofifah Indar Parawansa, selaku narasumber pada acara tersebut menyebutkan bahwa peran pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan harus mampu memberikan kontribusi yang luar biasa kepada Negara. Peningkatan kekuatan pesantren harus mampu dilakukan dengan mengidentifikasi pusat pengembangan perekonomian kerakyatan. Dengan demikian, pesantren dapat semakin menguatkan tiga embrio lahirnya NU terutama Nahdlatut Tujjar (wadah semangat membangun independensi perekonomian rakyat sipil untuk bangsa).

Berangkat dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penguatan perekonomian yang ideal atau moderasi ekonomi dalam tatanan pesantren seharusnya mampu diwujudkan untuk memberikan kontribusi NU pada bangsa secara keseluruhan. Dalam mewujudkan hal tersebut Khofifah mengusulkan beberapa hal yang dapat diakomodir oleh pesantren dalam mengikuti arus perkembangan tekonologi modern saat ini.

Menurut Khofifah, pesantren perlu menciptakan format-format tertentu dalam menyesuaikan perkembangan dunia yang semakin dinamis. Sebagai contoh perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu berkembang dengan mengandalkan celah melalui digitalitalisasi. Format-format semacam ini yang menurut Khofifah perlu diidentifikasi lebih sistematik, programatik, dan lebih terukur. Beliau juga menekankan perlu adanya koreksi secara lebih komprehensif untuk mengejar ketertinggalan, terutama di bidang ekonomi atau Nahdlatut Tujjar. Format-format seperti e-education perlu disiapkan untuk memberi edukasi kepada anak-anak di kota terkait dengan isi kitab kuning, atau format ngaji sorogan dapat didiskusikan kembali. Hal tersebut mampu memberikan akses lebih banyak kepada masyarakat perkotaan dan masyarakat abangan. Akan muncul proses continuity yang terjaga apabila sistem mengaji lebih tersistem dengan baik. Format-format tersebut dapat disiapkan, diidentifikasi, dan berbagi peran masing-masing.

Selanjutnya, ketersediaan market size yang ada sekarang seharusnya dapat dijadikan ruang, peluang, dan momentum yang luar biasa. Pesantren dapat masuk melalui akses global Islamic economy, salah satunya melalui halal food, melihat kondisi Indonesia yang belum masuk dalam 10 besar kategori halal food. Hal ini dapat dijadikann sebagai pintu masuk yang strategis dalam membangun sinergitas di bidang ekonomi. Selain itu, khofifah juga menambahkan bahwa proses sertifikasi halal akan lebih mudah dan cepat karena terdapat pengiriman mandat dari MUI pusat ke provinsi. Sehingga, pada posisi-posisi seperti ini seharusnya mampu dijadikan sebagai peluang sekaligus tantangan dalam menciptakan moderasi ekonomi di pesantren.

Selain itu, KH. Hasyim Muzadi pernah meyebutkan bahwa ketika kemandirian ekonomi mampu dibangun dengan baik, hal tersebut mampu menciptakan kemandirian agama dan pemikiran yang baik pula. Oleh karena itu, penguatan ekonomi yang ideal dalam lingkungan pesantren menjadi hal yang penting dalam membangun dan meningkatkan kontribusi yang lebih baik lagi bagi NU terhadap Negara secara keseluruhan.

Berbagi :