Depok, walisongoonline.com– Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok menggelar Tanbih Kedatangan Mahasiswa pada Ahad, 17 Januari 2026, pukul 09.00 WIB, di Joglo Makam KH. Hasyim Muzadi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan para asatidz Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok.
Tanbih ini bertujuan untuk menggugah kembali semangat santri dalam menuntut ilmu serta menyiapkan mental dan kedisiplinan mahasiswa dalam menjalani proses akademik dan kepesantrenan.
Dalam penyampaiannya, ketua Yayasan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok 2. Prof. Arif Zamhari Ph.D menegaskan bahwa mahasiswa merupakan golongan orang-orang yang beruntung karena memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi, sebuah peluang yang tidak dimiliki oleh semua orang. Menurutnya, kesempatan tersebut bukan hanya nikmat, tetapi juga amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kalian adalah orang-orang yang beruntung karena tidak semua orang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Maka ini adalah karunia besar sekaligus amanah yang berat,” ujar Prof. Arif Zamhari.
Beliau menambahkan bahwa bentuk syukur atas nikmat tersebut harus diwujudkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu serta menghilangkan rasa malas.
Beliau juga menegaskan bahwa ilmu tidak akan diberikan kepada orang yang malas, melainkan kepada mereka yang benar-benar serius dan bersungguh-sungguh dalam belajar.
Beliau mengutip syair Arab yang menegaskan pentingnya kerja keras dan kesabaran dalam meraih kemuliaan.
Baca juga : Merawat Warisan Ulama, Al Hikam Depok Peringati Haul KH. Ahmad Hasyim Muzadi
Beliau menekankan bahwa cita-cita tidak akan tercapai hanya dengan angan-angan, tetapi melalui perjuangan dan proses yang panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok, KH.Yusron Sidqi yang akrab dengan sapaan Gus yus menekankan bahwa tanda keseriusan seseorang dalam menuntut ilmu adalah kesungguhannya dalam menjalani proses, bahkan ketika harus mengorbankan kenyamanan pribadi.
“Pintarnya mahasiswa S1 itu bukan karena skripsinya, tetapi karena proses panjang yang dijalani selama kuliah,” ungkap Gus Yusron.
Beliau mengingatkan bahwa sesuatu yang bernilai tinggi pasti membutuhkan waktu dan kesabaran.
Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk konsisten dan tidak mudah menyerah selama menjalani masa studi.Selain itu, Gus Yusron menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing selain bahasa Arab.
Menurutnya, bahasa merupakan sarana untuk melatih penalaran, memperluas wawasan global, serta menjadi bekal bagi mahasiswa agar mampu berkiprah di tingkat internasional.
Tanbih kedatangan ini diharapkan mampu menjadi pengingat dan penyemangat bagi para santri agar senantiasa menjaga disiplin waktu, menghormati guru dan kitab, tekun dalam belajar, serta tidak melupakan doa kepada Allah SWT dalam setiap proses menuntut ilmu.
