Depok, walisongoonline.com – Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok yang akrab disapa Gus Yusron menyampaikan lima macam manusia. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan santri Madrasah Aliyah Misbahunnur Bandung pada Rabu (12/11/2025) di Masjid Al-Hikam Depok.
Gus Yusron menyampaikan pandangannya mengenai lima macam manusia yang diibaratkan seperti hukum taklifi dalam fikih, yaitu: manusia wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram.
“Manusia wajib adalah manusia yang kalau dia tidak ada, dunia akan rusak. Kemudian manusia sunnah, sebaiknya orang ini ada, kalau dia ada dunia akan lebih baik,” ucap Gus Yusron yang juga merupakan Direktur Institut Hasyim Muzadi.
Lebih lanjut, Gus Yusron menyampaikan bahwa manusia mubah adalah manusia yang ada atau tidaknya tidak membawa pengaruh besar. Ia berpesan agar jangan sampai menjadi manusia makruh, apalagi haram.
Sebab, manusia makruh adalah ibarat manusia yang keberadaannya membuat dunia lebih tenang jika ia tidak ada. Sedangkan manusia haram adalah manusia yang sebaiknya disingkirkan dari muka bumi.
Baca Juga: Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok Gelar Tanbih ‘Am dan Kajian Kitab Al-Hikam
Selain itu, Gus Yusron juga menegaskan bahwa agama harus terus diwariskan dan semangat belajar harus ditanamkan sejak dini. Menurutnya, niat adalah cara hidup yang menentukan arah seseorang.
“Mimpi itu harus dicanangkan, kalau perlu ditulis. Jangan takut memproklamirkan mimpi. Tidak ada seseorang yang besar tanpa mimpi yang besar,” pungkas Gus Yusron yang juga CEO Pesmaline dan Hijaiya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam Depok, Ustadz Subur Wijaya menegaskan bahwa menjadi santri itu harus percaya diri. Menurutnya, menjadi santri itu bisa jadi apa aja dan bisa ditempatkan di mana saja.
“Jadi santri jangan minder. Jangan Insecure. (santri) jadi apa aja bisa,” pesan Ustadz Subur.
Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala Sekolah MA Misbahunnur, Ustadz Sholeh Jalaluddin, serta segenap asatidz dan ustadzah lainnya.
Sebagai informasi, sebanyak 130 siswa hadir dalam kegiatan ini, masing-masing terdiri dari kelas 10, 11, dan 12. Sebelum berkunjung ke Pesantren Al-Hikam, rombongan MA Misbahunnur terlebih dahulu melaksanakan kunjungan di Masjid Universitas Indonesia (UI). Setelah dari Al-Hikam, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Istiqlal Jakarta.
