Walisongoonline.com – Depok — Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok (STKQ) menggelar kegiatan Tanbih Kepulangan bagi mahasiswa dan mahasiswi menjelang kepulangan Ramadhan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Hikam Depok pada Ahad pagi setelah salat Subuh berjamaah(08/03/26).
Dalam kegiatan tersebut, pimpinan dan pengasuh pesantren menyampaikan sejumlah pesan penting terkait komitmen belajar serta tanggung jawab mahasiswa selama menempuh pendidikan di lingkungan Al-Hikam.
Sambutan pertama disampaikan oleh Kaprodi STKQ, Ustaz Adib Minanul Choliq yang membacakan surat keputusan mengenai evaluasi kegiatan belajar di STKQ Al-Hikam.
Beliau menegaskan bahwa evaluasi tersebut merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam menjaga kualitas proses pembelajaran.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al-Hikam, Prof. Arif Zamhari, Ph.D., mengingatkan bahwa kesempatan belajar di Al-Hikam merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Terlebih bagi mahasiswa yang menerima beasiswa, komitmen terhadap proses belajar menjadi hal yang sangat penting.
“Belajar di Al-Hikam bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab atas amanah yang telah diberikan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al-Hikam, KH. Yusron Shidqi menekankan pentingnya menjaga komitmen belajar serta kesiapan menerima evaluasi selama proses pendidikan berlangsung.
Beliau juga menegaskan bahwa pemberitahuan kepada wali santri terkait perkembangan mahasiswa merupakan bagian dari tanggung jawab para asatidz dan asatidzah dalam mendampingi para santri.
Baca juga : Memaknai Puasa di Dunia Modern
Menurutnya, komunikasi tersebut juga menjadi jalan agar doa orang tua senantiasa menyertai perjalanan mahasiswa dalam menuntut ilmu.
“Ciri orang yang baik adalah mereka yang bersedia menerima evaluasi,” Ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berpesan agar kepulangan mahasiswa pada bulan Ramadhan dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga serta masyarakat, bukan untuk kegiatan yang kurang bermanfaat.
Kegiatan Tanbih Kepulangan ditutup dengan penyampaian permohonan maaf dari para asatidz atas segala kekurangan selama proses pembinaan. Para mahasiswa juga diingatkan bahwa meskipun kekhilafan telah dimaafkan, pelanggaran akademik tetap menjadi perhatian yang harus diperbaiki.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama dengan harapan seluruh keluarga besar Al-Hikam memperoleh keberkahan Ramadhan serta dipertemukan dengan malam Lailatul Qadr.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat spiritualitas, menjaga komitmen dalam menuntut ilmu, serta membawa nilai-nilai pesantren dalam kehidupan di tengah masyarakat.
