TUBAN – Rombongan ziarah Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok melaksanakan kunjungan ke Ma’had Bahrul Huda, Tuban, pada Senin (02/02/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium SMP Bahrul Huda sebagai bagian dari rihlah ruhiah dan ilmiah pasca pelaksanaan puasa Arbain selama 40 hari.
Dalam sambutannya, Ketua rombongan STKQ Al-Hikam, Kiai Hilmi As-Sidqi Al-Araqi, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkunjung ke pesantren yang dikenal modern namun tetap menjaga tradisi keislaman, khususnya pelestarian shalawat.
Beliau mengaku telah lama mendengar kisah tentang sosok KH. Miftahul Huda dan merasa bersyukur dapat menyaksikan langsung atmosfer pesantren Bahrul Huda.“Kunjungan ini merupakan bagian dari rihlah ruhiah dan ilmiah setelah puasa Arbain. Terima kasih atas waktu dan penerimaan yang diberikan,” ujar Kiai Hilmi.
Beliau juga menyinggung peran KH. Miftahul Huda sebagai pengurus Jam’iyah Ahlith Thariqah serta kiprah beliau di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Yayasan Bahrul Huda, KH. Miftahul Huda, mengucapkan terimakasih atas kunjungan ini, Kehadiran Al-Hikam ini mengingatkan saya kepada Abah Hasyim Muzadi, sosok kiai dengan akhlak yang sangat mulia.
Saat itu saya pernah menjadi PJ NU, di masa ketika ulama masih sering termarginalkan. Namun dalam setiap rapat, beliau selalu memuliakan para kiai; undangan kerap dipindahkan ke Al-Hikam yang ada di Depok, dan setiap kali pulang, para kiai tak pernah dibiarkan tanpa sangu.sikap ini membuat saya sangat kagum.
Kala itu saya sering berkata kepada teman-teman, “Saya ingin menjadi seperti Kiai Hasyim Muzadi.” ujarnya, dan alhamdulillah, Allah SWT mengijabahi ucapan tersebut.
Imam Ibnu ‘Athaillah berkata:
“متى أطلق لسانك بالطلب فاعلم أنه يريد أن يعطيك”
ketika Allah membukakan lisanmu untuk memohon sesuatu, ketahuilah bahwa Dia hendak mengabulkannya.
Ucapan yang dikehendaki Allah, pasti akan diijabah oleh-Nya.
Pada pembukaan Al-Hikam Depok, Abah Hasyim berpesan bahwa pesantren di Depok harus melahirkan sosok kiai yang hafidz, karena sejatinya kiai adalah penjaga Al-Qur’an. Inilah misi Al-Hikam: menghidupkan ilmu terapan dan manhaj salafus shalih, serta menanamkan ketaatan kepada para guru.
Selain menghafal Al-Qur’an. Kiai Miftahul Huda juga berharap agar para santri juga harus kaya—kaya ilmu, kaya hati, uang memang bukan segalanya, tetapi untuk menjalankan banyak kebaikan, segalanya membutuhkan uang.
Baca juga : STKQ Al-Hikam Depok Angkatan 13 Laksanakan Ziarah Auliya’, Awali Rute ke Makam Syekh Quro Karawang
Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa kemiskinan sering melemahkan inovasi, karena rasa minder kerap menghambat potensi.
Beliau juga menambahkan bahwa kalian adalah bagian dari misi abah, maka belajarlah ilmu dengan baik, dan taat terhadap guru.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Huda.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi antara STKQ Al-Hikam Depok dan Bahrul Huda, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Dalam kunjungan ini diharapkan terbangun silaturahmi yang berkelanjutan serta tercurah keberkahan dan manfaat ilmu bagi seluruh pihak yang terlibat.
