STKQ Al-Hikam Depok Angkatan 13 Laksanakan Ziarah Auliya’, Awali Rute ke Makam Syekh Quro Karawang

Karawang – Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok angkatan ke-13 melaksanakan kegiatan ziarah auliya’ pada Sabtu (1/2/2026).

Rute pertama ziarah diawali dengan kunjungan ke makam Syekh Quro yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, sekitar pukul 09.00 WIB.Syekh Quro yang dikenal pula dengan nama Syekh Hasanuddin atau Syekh Mursyadatillah, merupakan ulama pelopor penyebaran Islam di wilayah Sunda.

Sebutan “Quro” merujuk pada keahlian beliau sebagai qari Al-Qur’an, yang hingga kini istilah “kuro” masih digunakan di beberapa daerah Sunda untuk menyebut seni membaca Al-Qur’an.Syekh Quro berasal dari wilayah Champa—yang oleh sebagian pendapat merujuk ke Kamboja—dan diyakini berasal dari luar Jawa.

Dari sisi nasab, sebagaimana tercatat dalam Naskah Purwaka Caruban Nagari, beliau memiliki garis keturunan yang bersambung kepada Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Syekh Quro merupakan putra Syekh Yusuf Siddiq dan memiliki keterkaitan keilmuan dengan para ulama besar, di antaranya Syekh Jamaluddin Akbar al-Husaini (Syekh Jumadil Kubro).Pada tahun 1418 M, Syekh Quro merintis penyebaran Islam di Karawang melalui pendirian Pondok Quro dan Masjid Agung Syekh Quro.

Baca juga : Penutupan Puasa Arbain STKQ Al-Hikam Depok Angkatan XIII: Menyatukan Spiritualitas, Ilmu, dan Ziarah Ruhani

Lembaga tersebut menjadi pusat awal pendidikan Islam dan dakwah Al-Qur’an di Karawang, sekaligus melahirkan ulama dan tokoh penting penyebar Islam di tanah Sunda.

Kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan akademik mahasiswa STKQ Al-Hikam Depok untuk meneladani perjuangan para ulama dalam dakwah Islam.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta pemaparan singkat mengenai sejarah dan kiprah Syekh Quro. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kekhusyukan dan adab.

Melalui ziarah ini, diharapkan mahasiswa STKQ Al-Hikam Depok angkatan 13 dapat mengambil hikmah dari perjuangan ulama terdahulu serta memperkuat komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam menuntut ilmu dan berdakwah di tengah masyarakat.